Ilustrasi(Dok Istimewa)
DENGAN tajuk "Ekspansi Klinik Gigi di 2026: Strategi Memperluas Akses Layanan", Founder FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, memaparkan strategi FDC dalam memperluas akses layanan kesehatan gigi di Indonesia melalui penemuan teknologi, penguatan customer experience, pengembangan sumber daya manusia, serta sasaran ekspansi menuju 100 bagian pada akhir tahun 2026.
"Kami datang bukan sekadar sebagai jaringan klinik gigi, melainkan sebagai perusahaan berbasis teknologi (health-tech), nan berupaya menjawab beragam tantangan masyarakat terhadap jasa kesehatan gigi. Masih banyak masyarakat nan menganggap berobat ke master gigi sebagai sesuatu nan mahal, menakutkan, dan susah diakses," tutur Ita, nan menjadi narasumber dalam program Closing Bell pekan lalu.
Menurut Ita, FDC dibangun untuk memberikan solusi atas tantangan tersebut dengan mengembangkan jasa kesehatan gigi berbasis teknologi dengan pendekatan customer experience agar masyarakat memperoleh jasa nan nyaman, modern, mudah diakses, dan terjangkau. Saat ini FDC telah mempunyai sekitar 70 bagian nan tersebar dari Medan hingga Sorong dengan pelayanan kepada lebih dari 60 ribu pasien setiap bulan.
"Melalui pengembangan jaringan tersebut, FDC berupaya mempersempit kesenjangan akses jasa kesehatan gigi antara wilayah perkotaan dan wilayah nan tetap mempunyai keterbatasan akomodasi kesehatan," jelasnya.
Ita menyebut, bahwa strategi ekspansi perusahaan tidak semata mempertimbangkan potensi bisnis, tetapi juga didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap jasa kesehatan gigi. Wilayah dengan tingkat akses pelayanan nan tetap rendah menjadi salah satu prioritas pengembangan bagian baru. Selain memperluas jaringan layanan, perusahaan juga terus memperkuat transformasi digital dalam operasional perusahaan.
"Berbagai penemuan berbasis teknologi dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi layanan, mulai dari sistem reservasi digital, rekam medis elektronik, hingga penerapan teknologi kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) nan bisa memangkas proses reservasi pasien menjadi hanya sekitar 15 detik," paparnya.
Ita menambahkan, di bagian pengembangan sumber daya manusia, FDC turut menjalankan beragam program melalui FDC Foundation, salah satunya pemberian danasiwa kepada mahasiswa kedokteran gigi dan mahasiswa keperawatan gigi. Program tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung lahirnya tenaga kesehatan gigi nan kompeten sekaligus memperkuat pemerataan jasa kesehatan di Indonesia.
"Melalui FDC Foundation, kami berupaya berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia kesehatan, tidak hanya melalui pelayanan kepada pasien, tetapi juga dengan mendukung pendidikan calon master gigi dan tenaga kesehatan gigi di Indonesia," terangnya.
Ita mengatakan, kesempatan pengembangan jasa kesehatan gigi di Indonesia tetap sangat besar. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi tetap perlu terus ditingkatkan. Data menunjukkan prevalensi masalah kesehatan gigi di Indonesia tetap tinggi sehingga edukasi serta ekspansi akses jasa menjadi tantangan nan kudu dijawab secara berkelanjutan. Karena itu, FDC menargetkan dapat mempunyai 100 bagian hingga akhir tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan jasa kesehatan gigi nan lebih merata di beragam daerah.
FDC berambisi semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak awal sekaligus mengetahui bahwa jasa kesehatan gigi sekarang dapat diakses dengan lebih mudah, nyaman, dan terjangkau melalui penemuan teknologi nan terus dikembangkan perusahaan.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·