Freeport Kembangkan Tambang Baru, Investasinya Bisa Capai Rp72 Triliun

14 jam yang lalu 4

Mimika, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengembangkan blok tambang bawah tanah baru, ialah Kucing Liar. Pengembangan tambang baru tersebut diproyeksikan memerlukan investasi total hingga Rp 72 triliun.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa proses pengerjaan proyek untuk area tambang baru tersebut terus berjalan. Hal itu juga sejalan dengan sasaran operasional jangka panjang perusahaan.

Tony menegaskan bahwa investasi besar untuk Blok Kucing Liar merupakan bagian dari program keberlanjutan bagi Tanah Air.

"Pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar nan bakal menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan terus berjalan. Investasi tambang bawah tanah ini telah menghabiskan Rp 25 triliun dan secara keseluruhan nantinya bakal mencapai Rp 72 triliun," jelasnya dalam aktivitas Upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Proyek tambang Blok Kucing Liar ditargetkan mulai memasuki fase produksi pada tahun 2029 mendatang dengan proyeksi produksi mencapai 130.000 ton bijih per hari. Tambang tersebut dirancang untuk menyokong total kapabilitas produksi perusahaan agar tetap bisa mencapai sasaran pada level 240.000 ton bijih per hari.

"Tambang ini diproyeksikan bakal menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas sepanjang masa operasinya. Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju," tambahnya.

Kehadiran blok Kucing Liar dinilai krusial untuk mengimbangi proyeksi penurunan produksi alamiah pada tambang Grasberg Block Cave (GBC) di masa mendatang.

Bila perusahaan juga mendapatkan kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah 2041, perusahaan juga berencana melakukan eksplorasi lebih jauh untuk menemukan potensi persediaan baru selain blok nan ada saat ini.

"Ini bakal betul-betul mendukung lantaran GBC juga kelak bakal depleted ya bakal menurun jadi kita bisa continue stabil produksinya di level 240 ribu ton bijih per hari," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam laporan Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), hingga 30 Juni 2026, setidaknya PTFI telah menggelontorkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar alias sekitar Rp 24,9 triliun untuk pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut.

PTFI sendiri sudah mulai mengembangkan tambang bawah tanah baru nan berlokasi di area Grasberg, Papua Tengah tersebut mulai 2022. Mulanya, tambang itu ditargetkan bisa beraksi pada tahun 2028, namun mundur ke tahun 2029 lantaran adanya kejadian longsoran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 lalu.

"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan aktivitas pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar nan terletak di area mineral Grasberg," tulis laporan keahlian Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX) beberapa waktu lalu.

Menurut laporan FCX tersebut, produksi dari tambang Kucing Liar sendiri ditargetkan mulai meningkat berjenjang (ramp-up) sekitar tahun 2030 hingga mencapai kapabilitas kreasi sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.

Pada saat beraksi penuh, Kucing Liar diperkirakan bisa memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas per tahun. Hal itu dinilai sebagai salah satu strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi di area Grasberg.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya