Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah

2 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

loading...

Febrie Adriansyah (tengah) saat konvensi pers di Kejagung, Jumat (10/7/2026). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Gelombang support agar Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pembersihan internal Korps Adhyaksa secara total terus mengalir deras. Langkah berani Jaksa Agung ST Burhanuddin nan mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyupervisi kasus nan menjerat Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dinilai sebagai sinyal paling kuat bahwa lembaga ini didukung penuh oleh publik untuk "menyikat" lenyap siapa saja nan bermasalah, tanpa peduli seberapa strategis jabatannya.

Menurut Pakar Hukum Suparji Ahmad, keputusan Kejagung menggandeng KPK mempunyai landasan norma nan sangat solid dan patut didukung demi menjaga muruah penegakan norma nan bersih. “Saya memandang langkah Jaksa Agung mengundang KPK untuk melakukan supervisi merupakan langkah tepat dengan legitimasi normatif nan kuat," ujar Suparji, Selasa (14/7/2026).

Pelibatan aktif KPK ini dinilai sekaligus meruntuhkan keraguan publik nan sempat cemas bakal adanya upaya saling melindungi sesama korps di internal kejaksaan. Dengan adanya support kuat dari masyarakat dan para pakar, Kejagung sekarang mempunyai legitimasi moral nan besar untuk membongkar tuntas perkara ini tanpa ragu.

Baca juga: Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia

Suparji menegaskan bahwa masuknya KPK bakal menutup rapat semua celah "main mata" alias potensi bentrok kepentingan dalam penanganan perkara nan menyeret Febrie Ardiansyah tersebut. "Supervisi bukan corak intervensi, melainkan instrumen untuk memperkuat akuntabilitas, objektivitas, dan pencegahan bentrok kepentingan," tegasnya.

Sinergi taktis Kejagung dan KPK ini mengirimkan pesan tegas bahwa agenda bersih-bersih internal kejaksaan tidak bisa ditawar lagi. Dukungan publik sekarang berada sepenuhnya di belakang Jaksa Agung untuk memastikan proses "sikat" oknum ini melangkah objektif, transparan, dan tuntas hingga ke akarnya.

(rca)

Selengkapnya