Gara-Gara Amerika Iran Ubah Doktrin Nuklir, Bisa Buat Bom Atom

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat tinggi keamanan Iran memberikan sinyal bahwa Teheran mungkin bakal mempertimbangkan kembali kepemilikan senjata nuklir. Ia berdasar bahwa rentetan serangan Amerika Serikat (AS) ke negaranya memperkuat argumen Iran kudu mempunyai peledak atom sebagai perangkat pencegahan mutlak.

Mengutip Iran International, Senin (24/08/2026), ini dikatakan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Ia menyebut bahwa Washington telah membuktikan "kepatuhan pada sistem non-proliferasi nuklir dunia rupanya hanya memberikan sedikit perlindungan dari serangan militer". 

"Seluruh bumi berkata, 'Tunggu sebentar. Jadi NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir) tidak ada efeknya?" paparnya dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah.

"Ketika Amerika mengobarkan perang seperti itu, orang-orang secara alami bertanya: Mengapa kita tidak mengejar senjata nuklir kita sendiri?" tambahnya.

Mantan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) itu memang belum menyatakan secara pasti bahwa Iran telah memutuskan untuk membikin senjata hariakhir tersebut. Namun, pernyataannya dinilai sangat definitif dan berani untuk seukuran pejabat keamanan paling senior di Republik Islam tersebut.

Rezaei berdasar bahwa Iran selama ini telah tunduk pada pemantauan internasional nan ekstensif. Tak hanya berasosiasi dengan NPT, Iran pun sempat menerima perjanjian nuklir 2015 alias nan dikenal sebagai JCPOA, meski dibatalkan sendiri oleh Presiden AS Donald Trump di periode pertamanya.

"Tingkat pengamanan dan inspeksi nan dilakukan di Iran selama dua dasawarsa terakhir belum pernah terjadi di tempat lain di dunia," ucapnya.

Namun, pada kenyataannya akomodasi nuklir dan kedaulatan Iran pada akhirnya tetap diserang oleh AS, nan secara langsung mengubah kalkulasi seputar pencegahan nuklir. Rezaei apalagi secara blak-blakan membandingkan efisiensi biaya kepemilikan senjata nuklir jika dibandingkan dengan kekuatan militer konvensional nan menguras anggaran.

"Mengapa kita tidak mengembangkan senjata nuklir agar tidak ada nan bisa menyerang kita? Jika suatu negara mempunyai senjata nuklir, itu bisa lebih murah dan lebih efektif daripada mempunyai ratusan F-35 dan menghabiskan sejumlah besar duit untuk keahlian militer lainnya," tegasnya.

Rezaei pun secara langsung menyalahkan Trump lantaran telah merusak sistem non-proliferasi dunia secara lebih luas melalui kebrutalan militernya. Ia mengatakan Trump membikin kesalahan dengan menyerang Iran.

"Banyak negara sekarang mencari langkah untuk mempertimbangkan kembali tatanan nuklir internasional. Bukankah itu bodoh?" ujarnya lagi menyebuty hasil tindakan Trump.

Jalur diplomasi usai perang dan gencatan senjata sebagian besar sekarang telah terhenti total. Sementara Washington mulai mengalihkan fokusnya ke arah tekanan ekonomi nan intensif.

Rezaei, nan baru-baru ini mengambil alih posisi puncak di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sekarang mengangkat postur nan semakin konfrontatif. Ia apalagi telah memperingatkan bahwa Iran bakal mengambil langkah mematikan menuju strategi militer nan ofensif penuh jika jalur diplomasi pada akhirnya terbukti gagal.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya