caption : Gedung Kuno BI Solo nan diusulkan menjadi museum sejak 3 bulan terakhir dibenahi kembali dengan perlakuan sesuai norma heritage.(MI/Widjajadi)
GEDUNG antik alias heritage Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo selama tiga bulan terakhir ini sedang dibenahi. Diharapkan gedung itu nantinya dapat disetujui otoritas bank sentral di Jakarta menjadi museum.
"Gedung antik BI Solo karya arsitek orang Perancis pada 1867 ini, sejak tiga bulan terakhir ini terus dilakukan pembenahan sesuai proses konservasi dan norma heritage nan melekat," kata Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat menjawab wartawan, Jumat (31/7/2026).
Proses konservasi atas gedung heritage berlantai tiga nan pernah menjadi instansi De Javasche Bank Agentschap Soerakarta itu, pernah dilakukan pada 2015 silam. Ketika itu konservasi berbarengan dengan pemindahan instansi ke gedung baru nan ada di sebrang selatan jalan.
Selama menunggu proses persetujuan untuk difungsikan sebagai museum dari BI Pusat, instansi BI Solo lama itu selama sebelas tahun jarang dipergunakan untuk kegiatan, nan berujung kerusakan di sejumlah bagian. Bahkan cat tembok warna putih menjadi kusam.
" Jadi lantaran gedung antik ini berstatus heritage, maka perlakuan pembenahan kudu secara khusus. Bahkan warna cat pun kudu nan bernafas heritage. Ini tidak main main, BPK Jateng dilibatkan sebagai pemberi arahan,," imbuh laki-laki nan berkawan disapa Pak Anto itu.
BI, kata dia, mempunyai koleksi duit antik sejak era Hindia-Belanda sampai sekarang. Jika dapat persetujuan untuk difungsikan senagai museum, koleksi nan dimiliki gedung BI saat ini sudah siap dipamerkan.
Kota Solo sudah mempunyai sejumlah museum seperti Museum Keraton Surakarta, Museum Radya Pustaka, Museum Keris, dan terbaru adalah Museum Tahir Surakarta. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·