Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Wakil Presiden Liberia, Jewel Howard-Taylor, resmi didakwa atas keterlibatannya dalam jaringan perdagangan narkoba, pencucian uang, dan serangkaian pelanggaran pidana lainnya. Ia secara mengejutkan ditahan oleh pihak berkuasa tepat sebelum menaiki pesawat di Bandara Internasional Roberts, ibu kota Monrovia.
Mengutip BBC, Kamis (20/08/2026), Kementerian Kehakiman negara tersebut telah mengonfirmasi penangkapan dan dakwaan terhadap Howard-Taylor nan pernah menjabat pada periode 2018 hingga 2024. Hingga saat ini, mantan pejabat tinggi negara tersebut sama sekali belum memberikan komentar publik apa pun mengenai rentetan kasus nan menjeratnya.
Secara spesifik, Howard-Taylor dituduh telah mengimpor, menjual, dan mengangkut obat-obatan terlarang secara ilegal, serta bertindak sebagai penyedia perdagangan narkoba. Dalam penyelidikan lanjutan, pihak kepolisian juga telah mendakwa tiga penduduk negara asing secara in absentia-yang terdiri dari dua penduduk Kroasia dan satu penduduk Ukraina. Ketiganya dituduh kuat menjadi bagian dari jaringan kejahatan nan sama dengan mantan politisi tersebut.
Sebagai info latar belakang, penangkapan ini merupakan bagian dari operasi pemberantasan besar-besaran nan diluncurkan pemerintah Liberia terhadap perdagangan narkoba transnasional dalam beberapa tahun terakhir, khususnya peredaran kokain. Kawasan Afrika Barat sendiri sekarang semakin sering dieksploitasi sebagai rute transit utama bagi perdagangan kokain lintas benua nan berasal dari Amerika Selatan menuju daratan Eropa.
Di bumi perpolitikan Liberia, Howard-Taylor sebelumnya memegang peran krusial di dalam pemerintahan mantan Presiden George Weah. Selama enam tahun masa jabatannya, manajemen Weah terus dihantam oleh rentetan tuduhan korupsi dan salah urus keuangan.
Saat ini, kepemimpinan negara telah diteruskan oleh Presiden Joseph Boakai nan mengambil sikap jauh lebih keras terhadap beragam kejahatan terorganisir di negaranya.
"Kami bakal memberantas korupsi dan menahan segala upaya dari para pengedar narkoba nan mencoba untuk mendirikan pedoman di Liberia," tegasnya.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

7 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·