Gelar Diskusi Program MBG, Ini Rekomendasi Aktivis Perempuan Cipayung Plus

3 jam yang lalu 3

loading...

Aktivis wanita lintas organisasi Cipayung Plus usai obrolan berbareng menilai program MBG punya niat baik dan implementasinya kudu dievaluasi. Foto/Ist

JAKARTA - Kalangan aktivis wanita lintas organisasi Cipayung Plus menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dibedah lebih dalam dari sisi tata kelola, anggaran, hingga dampaknya di akar rumput. Penilaian itu mengemuka dalam obrolan terbuka berjudul "MBG: Tutup alias Lanjut?" nan digelar Ruang Suara Perempuan Cipayung berbareng Together For President.

Lima narasumber wanita dari organisasi Cipayung Plus yakni, HMI, GMNI, GMKI, PMKRI, dan KAMMI datang membawa perspektif pandang berbeda-beda, namun bermuara pada satu benang merah yakni, MBG punya niat baik tapi implementasinya tetap kudu dievaluasi.

Baca juga: BGN Pecat Ratusan Pegawai, Sudaryono: Ada nan Terindikasi Judi Online hingga Ngentit Duit

Kabid Kajian dan Advokasi Kohati PB HMI Masnia Ahmad membuka obrolan dengan menyoroti lemahnya struktur kelembagaan MBG. Menurutnya, tanpa struktur pengawasan nan jelas, program ini rawan terjebak fragmentasi birokrasi lintas sektor.

Ia mendorong keterlibatan aktif organisasi wanita dalam mengawal akuntabilitas program, dengan sekolah sebagai pengelola langsung bukan pihak ketiga. "Kebijakan MBG bukan hanya peran pemerintah, tapi juga seluruh komponen nan terlibat," kata Masnia, dikutip Selasa (28/7/2026).

Dia menegaskan, keberlanjutan program semestinya diiringi pengawasan konsisten dari pemerintah maupun masyarakat.

Selengkapnya