Gelombang migran di Ceuta Spanyol.(AFP)
MENTERI Luar Negeri Jerman Johann Wadephul meminta Komisi Eropa untuk memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa menyusul masuknya migran ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, seperti laporan surat berita Jerman Bild pada Minggu (2/8).
Menlu Jerman mengatakan bahwa negara-negara Eropa memerlukan mitra eksternal, seperti Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, menurut laporan surat berita tersebut. Eropa dilaporkan sukses menghindari krisis migrasi besar, tetapi situasinya tetap tegang.
Sebelumnya pada akhir Juli, Ceuta mencatat gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari.
Kerusuhan pecah di tengah krisis, dan tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan. Ceuta adalah wilayah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, dan terletak di perbatasan dengan Maroko.
Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai jalur utama migrasi terlarangan ke Uni Eropa. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·