(MI/Faishol Taselan)
WAJAH Aqil Mahmudi, 13, terlihat berseri-seri saat bangku roda menampakkannya pertama kali masuk ke Gelora Bung Tomo Surabaya. Gemuruh sorak sorai suporter Persebaya menambah semangat Aqil menikmati suasana Stadion terbesar di Jawa Timur ini.
Hari itu, tim kebangaannya Persebaya Surabaya bakal menjamu Port FC, tim asal Tailan. Pertandingan menjadi penentu bagi Tim bajul Ijo melaju ke Babak Semi Final Piala Presiden 2026.
Aqil salah satu suporter penyandang disabilitas nan setia pendukung Persebaya setiap bertanding di Gelora Bung Tomo Surabaya. Saat masuk pintu menuju ke ruang unik disabilitas Aqil terlihat haru memandang gemuruhnya stadion nan dipenuhi suporter bajul ijo.
Kondisi Aqil nan mengalami kelainan di bagian kaki memaksa dirinya menggunakan bangku roda agar bisa masuk ke stadion mendukung tim Persebaya. Tidak ada rasa takut ditengah gemuruh suporter, tetapi kegembiraan terpancar di wajah Aqil.
Sepanjang pertandingan Aqil acapkali meneriakkan support ke Persebaya. Terlebih ketika salah satu pemain Persebaya Alex Martin bisa menjebol gawang Port FC. Kemenangan ini sekaligus membawa Persebaya melaju ke semifinal piala Presiden.
Hampir 2x45 menit Aqil tidak beranjak dari tempat nan secara unik disediakan untuk disabilitas, ialah di antara gate 17 dan 18. Tempat nan lezat representatif lantaran tidak kudu naik tangga dan mempunyai pandangan luas ke arah tengah stadion.
Pandangan Aqil tidak terhalang oleh suporter lain lantaran lokasinya langsung ke arah lapangan. Aqil bisa memandang secara jelas gimana pemain Persebaya merayakan kemenangan, termasuk memandang ulah para suporter Bonek.
"Saya sangat terhibur dengan pergelaran ini, nyaman aman, apalagi jika Persebaya menang," kata Aqil didampingi Hariyanto ayahnya nan setiap mendorong bangku roda setiap memandang Persebaya.
Selama pergelaran Piala Presiden 2026, Aqil dan family tidak pernah absen. Selalu memandang pertandingan pertama dan kedua. Salah satunya nan memotivasi tidak lain ada intermezo dan pengamanan sangat santun.
Suporter nan memandang pergelaran ini selalu nyaman. "Benar-benar menjadi penghibur ketika tidak ada pertandingan resmi. Apalagi setiap pertandingan selalu saja ada hiburan," katanya.
Tidak hanya disajikan pertandingan menarik, makanan nan disiapkan di UMKM juga sangat selektif. "Makanan murah, terjangkau, dan enak-enak, sangat selektif sekali makanannya," kata Aqil dibenarkan ayahnya.
Panitia lokal Piala Presiden Rocky mengakui bahwa selama event itu, pihaknya menyediakan tempat unik untuk para disabilitas. Tempatnya kondusif dari suporter lain dan mudah ditempuh.
Kapasitas tempat untuk penyandang disabilitas ada sekitar 30 orang. Setiap ada pertandingan tidak sepenuhnya penuh. Namun, selalu ada nan datang. "Bagian sepak bola Piala Presiden adalah hiburan," katanya.
Pihaknya bakal mempertahankan ini untuk event berikutnya, menjadikan Stadion Gelora Bung Tomo nan biasanya berpenunggu dengan teriakan suporter menjadi letak nan ramah untuk disabilitas.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa arena Piala Presiden dihadirkan sebagai sarana intermezo rakyat nan sehat dan terjangkau, sekaligus corak politik riang ceria untuk menghibur masyarakat luas sebelum kejuaraan liga resmi dimulai.
Panitia all out menjadikan pergelaran bisa menghibur rakyat, baik dari penyisihan grup hingga babak final. "Semua untuk menghibur rakyat, tidak ada persatuan diantar tim tapi persatuan agar arena menjadi menghibur tidak hanya di stadion tetapi juga di luar stadion," kata Ara dalam suatu kesempatan di Surabaya.
Karena itu, semaksimal mungkin di setiap pertandingan selalu ada intermezo rakyat nan disajikan, termasuk UMKM nya juga bisa menyenangkan para penonton. Aqil sudah bisa merasakan Piala Presiden bisa menghibur keluarganya. Keinginan ke depan tidak lain, Piala Presiden tetap menjadi agenda nasional nan bisa menghibur rakyat di setiap jelang kejuaraan resmi. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·