Tim SAR tetap terus melakukan penyisiran untuk mencari korban gempa di tujuh kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur.(Dok SAR Maumere)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pemutakhiran info akibat gempa bumi nan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (17/8), tercatat sebanyak 68 orang meninggal bumi dan 213 lain mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa korban jiwa tersebar di tujuh kabupaten terdampak. Kabupaten Manggarai mencatat nomor tertinggi dengan 26 korban jiwa, diikuti Manggarai Timur sebanyak 24 orang.
"Data nan kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa, sekali lagi, 68 jiwa nan meninggal," ujar Abdul dalam konvensi pers daring, Senin (17/8).
Berikut rincian sebaran korban meninggal bumi di wilayah Flores:
- Kabupaten Manggarai: 26 orang
- Kabupaten Manggarai Timur: 24 orang
- Kabupaten Nagekeo: 8 orang
- Kabupaten Sikka: 4 orang
- Kabupaten Ende: 2 orang
- Kabupaten Manggarai Barat: 2 orang
- Kabupaten Ngada: 2 orang
Pencarian dan Pemulihan Layanan Dasar
BNPB berbareng tim campuran Basarnas tetap terus bersiaga di tujuh kabupaten tersebut untuk memantau kemungkinan ada korban tambahan. Meskipun tidak semua wilayah melaporkan ada penduduk nan hilang, proses pencarian tetap dilakukan secara intensif.
Terkait prasarana dasar, jasa kelistrikan di Pulau Flores menunjukkan progres signifikan. Seluruh trafo (11 unit) nan sempat terdampak sekarang telah berfaedah kembali. Dari total 566.797 pengguna PLN nan terdampak, sebanyak 99,5% telah kembali menikmati aliran listrik, sementara 2.732 pengguna lainnya tetap dalam proses penanganan.
Di sektor telekomunikasi, PT Telkom melaporkan jaringan di Pulau Flores telah pulih hingga 95,4%. Fokus pemulihan saat ini diarahkan ke Kabupaten Manggarai Timur nan tingkat pemulihannya baru mencapai 76,3%.
Aktivitas Gempa Susulan
Abdul Muhari juga memaparkan info aktivitas seismik pascagempa utama. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.576 gempa susulan. "Terdapat gempa dengan magnitudo 6,2 sebanyak satu kali dan magnitudo mini lain sebanyak tiga kali," tambahnya.
Dukungan Medis dan Logistik
Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah sigap dengan mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng (Kabupaten Manggarai) dan Nagekeo. Selain itu, dua tim emergency medical team (EMT) diterjunkan untuk memperkuat jasa kesehatan di Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Sikka.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, sebanyak 1.467 personel campuran dari TNI, Polri, serta kementerian/lembaga mengenai telah dikerahkan. Pemerintah juga mengoperasikan 10 unit alutsista dan armada udara guna menjangkau wilayah terisolasi.
"Lima unit armada udara ditempatkan di Labuan Bajo dan lima lain disiagakan di Maumere untuk mempercepat pengedaran support logistik," pungkas Abdul. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·