Mendagri memberikan tali kasih kepada family korban meninggal bumi gempa Flores, Selasa (18/8) di kamp pengungsian Nagakeo,(MI/Marianus Marselus)
MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan tali asih sebesar Rp15 juta kepada family korban meninggal bumi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Tali asih diberikan Tito saat mengunjungi letak pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8).
Tito mengatakan pemerintah pusat berbagi peran dengan pemerintah wilayah dalam menangani akibat bencana. Selain support dari Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri juga memberikan support dengan nominal nan sama kepada family korban.
“Dari unik dari kami, dari Kementerian Dalam Negeri. Kami juga memberikan dengan nomor nan sama, Rp15 juta kepada setiap keluarga,” kata Tito.
Di Kabupaten Nagekeo, terdapat delapan korban meninggal dunia. Dari delapan family korban tersebut, dua family datang langsung menerima tali asih. Sementara support untuk enam family lainnya dititipkan kepada Sekretaris Daerah Nagekeo untuk disampaikan kepada masing-masing keluarga.
Selain tali asih, Tito juga memberikan support sebesar Rp100 juta kepada kepala desa untuk digunakan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
“Selain itu juga saya mau memberikan support sekedarnya kepada kepala desa. Uang dalam corak Rp100 juta. Silakan pakai untuk apa saja,” ujar Tito.
Gempa magnitudo 7,7 nan mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) lampau berakibat luas di tujuh kabupaten. Hingga Selasa (18/8) siang terdapat 68 orang meninggal bumi dan 213 orang mengalami luka-luka. Jumlah ini masih
Sementara itu, berasas pendataan Polri, sekitar 27.700 penduduk mengungsi di 107 titik nan tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa. Banyaknya titik pengungsian membikin pemerintah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur mengenai untuk memastikan kebutuhan dasar penduduk terpenuhi.
Polri juga terus melakukan pendataan penduduk terdampak dari rumah ke rumah, mengingat tetap terdapat kemungkinan penduduk nan belum masuk dalam pendataan awal.
Pemerintah sekarang mempercepat pengedaran bantuan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu penduduk nan tetap memperkuat di letak pengungsian.(E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·