Gempa M6,1 di Nias Terasa Kuat di Padang

1 hari yang lalu 4
Gempa M6,1 di Nias Terasa Kuat di Padang Ilustrasi(Dok BMKG)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 6,1 nan mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/8) pukul 13.02 WIB, terasa hingga Kota Padang dan sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

Sejumlah penduduk mengaku sempat menghentikan aktivitas akibat guncangan nan terasa cukup kuat. Rahmi, penduduk Kota Padang, mengatakan getaran gempa kali ini dirasakan selama beberapa detik.

"Cukup terasa getarannya. Saya sempat berakhir beraktivitas lantaran cemas terjadi gempa nan lebih besar," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut berpusat di laut pada koordinat 0,67 derajat Lintang Selatan dan 98,29 derajat Bujur Timur alias sekitar 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil kajian terbaru menunjukkan gempa mempunyai magnitudo 5,8 dengan kedalaman 35 kilometer.

"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh sistem pergerakan naik alias *thrust fault*.

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah di Sumatera Barat, seperti Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Bukittinggi.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti ada truk besar nan melintas.

Sementara itu, intensitas tertinggi tercatat di Tapanuli Utara, ialah IV MMI. Pada tingkat tersebut, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara sebagian orang di luar gedung juga dapat merasakan guncangannya.

BMKG memastikan gempa nan terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (*aftershock*).

Wijayanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh info nan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari gedung nan mengalami kerusakan akibat gempa, serta memastikan info nan diterima berasal dari sumber resmi BMKG," ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa info mengenai aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi nan telah terverifikasi. (H-2)

Selengkapnya