Sekolah di Tasikmalaya rusak akibat gempa.(MI/Kristiadi)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 nan mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu (5/8) malam berakibat hingga ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu dampaknya adalah kerusakan pada tembok gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kober Sirojul Huda di Kecamatan Taraju.
Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi setelah getaran gempa terasa sebanyak dua kali di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengonfirmasi adanya akibat kerusakan pada akomodasi pendidikan tersebut.
"Sekolah PAUD di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju terdampak gempa bumi Pangandaran berkekuatan magnitudo 5,3. Namun, kejadian itu terjadi malam hari dan tidak adanya aktivitas belajar di ruangan kelas," ujar Roni AKS, Kamis (6/8/2026).
Roni menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun tembok sekolah mengalami kerusakan akibat dua kali getaran—yakni getaran besar nan disusul getaran sedang—kegiatan belajar mengajar (KBM) di PAUD tersebut dipastikan tetap melangkah seperti biasa.
"Kerusakan tembok sekolah PAUD Kober Sirojul Huda, Kecamatan Taraju berskala ringan. Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada, mengingat gempa bumi ini memang tidak memandang waktu hingga kesiapsiagaan maupun kewaspadaan tetap kudu ditingkatkan," tambahnya.
Analisis BMKG Terkait Gempa Pangandaran
Berdasarkan info BMKG, gempa bumi tektonik tersebut terjadi pada Rabu (5/8) sekitar pukul 21.55.41 WIB. Hasil kajian terbaru menunjukkan gempa mempunyai parameter pembaruan magnitudo 5,2. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,17 LS dan 107,86 BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 14 km.
Detail Gempa:
Waktu: Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 21.55.41 WIB
Pusat: 87 Km Barat Daya Kabupaten Pangandaran
Kedalaman: 14 Km
Jenis: Gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
Mekanisme: Pergerakan geser naik (oblique-thrust fault)
Hingga saat ini, BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada akibat kerusakan tambahan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·