Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan keterangan mengenai penanganan gempa bumi dengan 7,7 magnitude di NTT(Dok.Tangkapan Layar Video BNPB)
PEMERINTAH mempercepat penanganan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan sesuai pengarahan Presiden agar pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara langsung sehingga support dan bantuan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gedung nan rusak mencapai ratusan unit, 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan rumah nan rusak tersebar mulai dari Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Manggarai Barat. Di Nagekeo terdapat dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan. Manggarai mencatat 29 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan sembilan rusak ringan.
"Di Manggarai Timur terdapat 54 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Sedangkan Manggarai Barat mencatat 69 rumah rusak berat, 30 rusak sedang, dan 16 rusak ringan," ujarnya dalam konvensi pers mengenai upaya penanganan gempa M7,7 di NTT nan disiarkan secara daring," Minggu (16/8).
Dia menyebut Data kerusakan tetap berkarakter sementara. Pada hari pertama, pencatatan umumnya dilakukan berasas laporan dan pengamatan visual. Memasuki hari kedua, tim pemerintah mulai turun langsung untuk melakukan verifikasi dan pengesahan di wilayah terdampak.
Pemerintah juga memperkuat pengedaran bantuan, pemerintah mengaktifkan posko logistik di Jakarta, Labuan Bajo, dan Maumere. Posko tersebut disiapkan untuk menerima dan mengatur pengedaran support dari pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, pihak lainnya.
Sedangkan posko pengendalian tanggap darurat utama berada di Gedung Kantor Bupati Manggarai Barat dan posko taktis lapangan di Maumere. Hingga Minggu (16/8) pukul 17.00 Wita, tercatat 53 orang meninggal 135 lainnya mengalami luka-luka.
"Kami mencatat mencatat 53 jiwa meninggal dunia, rinciannya Kabupaten Manggarai Barat 1 orang, Manggarai Timur 20 jiwa, Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, dan Ende 2 Jiwa. Kita mendoakan nan terbaik untuk para korban dan simpati nan mendalam pada family nan ditinggalkan," kata dia.
Selain itu, terdapat 135 korban luka saat ini menjalani perawatan di akomodasi kesehatan, ialah 12 orang di Sikka, 37 orang di Manggarai nan terdiri atas 17 luka berat dan 20 luka ringan, 80 orang di Manggarai Timur nan terdiri atas 21 luka berat dan 59 luka ringan, serta enam orang luka berat di Manggarai Barat.
Menurut Abdul Muhari, sampai hari kedua penanganan, Basarnas belum menerima laporan mengenai penduduk nan lenyap alias masuk dalam daftar pencarian orang.
Personel Basarnas tetap disiagakan di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan wilayah terdampak lainnya untuk memastikan respons sigap andaikan sewaktu-waktu dibutuhkan.
Menurutnya, pemerintah telah membagi tim untuk mempercepat penanganan di lapangan. Menko PMK dan Kepala BNPB berada di Kabupaten Manggarai untuk memandang langsung penanganan darurat, mengidentifikasi kendala, serta mencari solusi nan dapat segera dilakukan.
Kemudian Menteri Dalam Negeri berbareng Kepala Basarnas menuju Manggarai Timur, Menteri Pekerjaan Umum ke Ende, sedangkan Wakil Menteri Sosial dan Wakil Menteri Kesehatan turun ke wilayah terdampak lainnya. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·