loading...
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak sigap dan serentak menangani gempa NTT. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Pemerintah bergerak sigap menangani akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) awal hari. Penanganan di lapangan saat ini melibatkan Tim SAR Gabungan nan terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya.
Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan tetap melakukan pencarian terhadap satu orang nan dilaporkan tertimbun. “Atas nama pemerintah dan seluruh jejeran nan saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita nan sedalam-dalamnya kepada seluruh family korban,” kata Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko , Sabtu (15/8/2026). Baca juga: 38 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 7,7 NTT, Ribuan Warga Mengungsi
Menurut Budiman, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak sigap dan serentak menangani musibah tersebut. “Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jejeran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak sigap dan serentak,” ujarnya.
Kementerian Sosial juga telah memobilisasi support logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. Mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.
Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sementara titik pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Budiman mengatakan penanganan pemerintah tidak berakhir pada fase tanggap darurat. “Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” katanya.
BP Taskin berbareng Kemensos, BNPB, dan pemerintah wilayah juga melakukan asesmen sigap untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, tenda, jasa kesehatan, dan tempat nan kondusif bagi para pengungsi. “Pendataan kerusakan dan kebutuhan penduduk tetap terus berjalan di semua wilayah terdampak, dan kami bakal menyesuaikan support dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·