Gianni Infantino Tegaskan FIFA Forward Enterprise bukan Kewajiban

2 jam yang lalu 3
Gianni Infantino Tegaskan FIFA Forward Enterprise bukan Kewajiban Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE)

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino memberikan penjelasan mengenai rencana pembentukan anak perusahaan swasta nan bermaksud mengelola kewenangan komersial kejuaraan internasional, termasuk Piala Dunia. Infantino menegaskan bahwa proyek nan dinamakan FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut bukanlah sebuah tanggungjawab nan kudu diikuti oleh seluruh anggota.

Dalam sebuah video resmi nan dirilis FIFA, Infantino menjelaskan bahwa FFE merupakan bagian dari proses konsultasi nan demokratis di internal organisasi sepak bola bumi tersebut.

"FIFA Forward Enterprise (FFE) sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan nan terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," ujar Infantino sebagaimana dikutip dari beIN Sports, Kamis (30/7/2026).

Peluang Pengembangan Sepak Bola Global

Menurut Infantino, pembentukan anak perusahaan swasta ini dirancang untuk mengelola aspek komersial dari beragam kejuaraan FIFA secara lebih profesional. Hal ini mencakup pengelolaan kewenangan siar, kerja sama sponsor, lisensi, hingga beragam lini upaya baru nan potensial.

Ia berdasar bahwa langkah ini adalah kesempatan emas untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh penjuru dunia. Dengan pengelolaan nan lebih modern, nilai komersial nan selama ini belum tergarap maksimal diharapkan dapat terbuka.

"Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan skill dan wawasan tambahan nan berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini," tambahnya.

Mekanisme Demokratis dan Penolakan dari Eropa

Meski ambisius, Infantino menekankan bahwa realisasi FFE tetap berjuntai pada bunyi dari 211 asosiasi personil FIFA serta persetujuan dari Dewan FIFA. Proses ini memastikan bahwa setiap keputusan diambil melalui sistem pemungutan bunyi nan transparan.

Rencana ini sebelumnya sempat memicu gelombang penolakan, terutama dari konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) dan organisasi Liga-Liga Eropa. Pihak penolak mengkhawatirkan bahwa Piala Dunia bakal menjadi aset nan diperjualbelikan kepada penanammodal swasta, nan dinilai dapat merusak integritas kompetisi.

Namun, Infantino membantah kekhawatiran tersebut. Ia meyakini bahwa langkah ini tidak bakal mengubah wajah esensial sepak bola, melainkan justru memberikan akibat positif bagi para fans melalui peningkatan pendanaan di tingkat nasional.

"Para fans di seluruh bumi bakal memperoleh faedah nan sangat besar dari potensi perubahan ini lantaran bakal mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing," pungkasnya.

Seluruh pendapatan nan dihasilkan oleh FIFA Forward Enterprise nantinya diklaim bakal dikembalikan untuk kepentingan dan pembangunan sepak bola di seluruh 211 asosiasi personil FIFA tanpa terkecuali. (Ant/Z-1)

Selengkapnya