Gibran Tinjau Rehabilitasi Jembatan Lumut di Aceh

1 jam yang lalu 5
Gibran Tinjau Rehabilitasi Jembatan Lumut di Aceh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke salah satu proyek PT Hutama Karya (Persero) pada Kamis (6/8) dengan meninjau progres rehabilitasi Jembatan Lumut, Aceh(Dok.PT Hutama Karya)

WAKIL Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja meninjau progres rehabilitasi Jembatan Lumut nan berlokasi di Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (6/8)

Kunjungan ini merupakan corak perhatian pemerintah dalam memastikan percepatan penyelesaian prasarana strategis nan menjadi akses utama masyarakat pada ruas jalan nasional Takengon–Isé-Isé.

Pada peninjauan tersebut, Wakil Presiden turut didampingi oleh Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN Aceh, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III BPJN Aceh, dan Project Manager Penanganan Tanggap Darurat Aceh Ruas Simpang Uning (Batas Kota Takengon) Batas Aceh Tengah/Gayo Lues dari Hutama karya, Azhar Mustafa.

Selama kunjungan berlangsung, Wakil Presiden menerima paparan mengenai progres rehabilitasi Jembatan Lumut sekaligus meninjau langsung penyelenggaraan pekerjaan di lapangan. Dalam paparan tersebut dijelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan melalui metode jacking, ialah peninggian struktur jembatan setinggi 1,5 meter menggunakan hydraulic jack, nan dilengkapi dengan pekerjaan perbaikan struktur, rehabilitasi railing, serta pengecatan ulang struktur baja. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 40%.

Jembatan Lumut merupakan jembatan rangka baja dengan bentang 30 meter dan lebar 7 meter pada ruas jalan nasional Takengon–Isé-Isé nan mempunyai peran krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat, pengedaran logistik, serta aktivitas ekonomi di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya. Infrastruktur ini terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lumut pada awal tahun 2025. Sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus peningkatan ketahanan prasarana terhadap potensi banjir di masa mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menugaskan Hutama Karya untuk melaksanakan rehabilitasi jembatan sesuai spesifikasi teknis nan telah ditetapkan.

Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menyampaikan bahwa support pemerintah melalui kunjungan Wakil Presiden menjadi motivasi bagi seluruh tim proyek untuk terus menjaga kualitas dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.

"Kunjungan Wakil Presiden menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap percepatan peningkatan kualitas prasarana nan memberikan faedah langsung bagi masyarakat. Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan rehabilitasi Jembatan Lumut sesuai spesifikasi teknis dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu sehingga jembatan dapat kembali berfaedah secara optimal dalam mendukung konektivitas masyarakat," ujar Hamdani, Sabtu (8/8).

Melalui rehabilitasi tersebut, Jembatan Lumut diharapkan mempunyai ketahanan nan lebih baik terhadap potensi banjir, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas pada ruas nasional Takengon–Isé-Isé sehingga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, pengedaran logistik, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya.

Hutama Karya bakal terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelesaian proyek melangkah sesuai target. Melalui kerjasama nan erat, Hutama Karya optimistis rehabilitasi Jembatan Lumut dapat segera dituntaskan sehingga memberikan faedah nan berkepanjangan bagi masyarakat serta memperkuat konektivitas nasional.

“Upaya ini sejalan dengan penyelenggaraan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mempercepat pembangunan prasarana nan berkualitas, memperkuat konektivitas antar wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan sebagai fondasi peningkatan daya saing nasional, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya