Google Rilis AI WeatherNext, Mampu Prediksi Jalur dan Intensitas Badai hingga 15 Hari

1 jam yang lalu 3
Google Rilis AI WeatherNext, Mampu Prediksi Jalur dan Intensitas Badai hingga 15 Hari Ilustrasi(Doc Google DeepMind)

GOOGLE resmi membuka akses publik (open-source) untuk WeatherNext, model kecerdasan buatan (AI) terbaru nan bisa memprediksi jalur sekaligus intensitas angin besar tropis hingga 15 hari ke depan hanya dalam hitungan detik.

Siklon tropis baik berupa angin besar maupun topan tercatat sebagai musibah mematikan nan menelan lebih dari 700.000 jiwa dan merugikan US$1,4 triliun (sekitar Rp25.000 triliun) dalam 50 tahun terakhir. Situasi ini menuntut para meteorolog untuk menyajikan peringatan awal nan presisi dan serba cepat.

Upaya memproyeksikan pergerakan serta tingkat ancaman siklon selama ini menghadapi hambatan teknis nan rumit. Jalur lintasan angin besar umumnya memerlukan kajian model atmosfer dunia berskala luas, sementara penentuan kekuatan alias intensitas angin di inti siklon memerlukan kalkulasi termodinamika lokal secara mendalam.

Menjawab tantangan tersebut, Google DeepMind dan Google Research menggandeng sejumlah lembaga meteorologi internasional termasuk National Hurricane Center, Cooperative Institute for Research in the Atmosphere, dan UK Met Office untuk merancang WeatherNext. 

Model ini dilatih menggunakan pengolahan nyaris 20 terabita info atmosfer dunia serta rekam jejak suasana historis dari International Best Track Archive for Climate Stewardship. Terobosan ini memungkinkan WeatherNext memetakan trajektori sekaligus intensitas angin besar secara berbarengan dalam satu simulasi terpadu. 

Mengenai efisiensi pemrosesan sistem tersebut, tim peneliti WeatherNext menyatakan, "Kami sekarang dapat menghasilkan satu prakiraan cuaca 15 hari dalam waktu kurang dari satu menit di TPU, memungkinkan para peramal cuaca untuk mengevaluasi pengedaran probabilitas dari akibat ekor nan berpotensi merusak secara cepat.”

Guna memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi ini, Google membagikan kode sumber (source code) serta berat model (model weights) sistem tersebut melalui platform GitHub. Publikasi ilmiah mengenai efektivitas WeatherNext sendiri telah resmi diterbitkan dalam jurnal Nature, melengkapi rekam jejak riset AI Google nan sebelumnya juga dikembangkan untuk memprediksi potensi musibah banjir bandang.

Inisiatif open-source ini diharapkan bisa membantu para intelektual dan lembaga meteorologi di seluruh bumi dalam membangun sistem peringatan awal nan lebih akurat. Akses teknologi nan makin inklusif ini menjadi momentum krusial untuk mempercepat merespons ancaman cuaca ekstrem secara lebih efektif di tingkat global.

Sumber: Engadget, Dataconomy, Google DeepMind

Selengkapnya