ARTICLE AD BOX
Ikopin University menggelar Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-62.(Dok.Ikopin University)
UNIVERSITAS Koperasi Indonesia (Ikopin University) menggelar Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-62 dengan mengusung tema "Gerakan Literasi Koperasi untuk Negeri: Quantum Leap, Transforming Minds, Revolutionizing Co-ops for The Next-Gen" di Graha Suhardani Ikopin University pada Senin (13/7).
Seminar nan mengangkat subtema "Membangun Peradaban dari Pedalaman, Pengalaman, Pembelajaran, dan Masa Depan Koperasi Indonesia" ini menjadi ruang obrolan bagi akademisi, pemerintah, praktisi, hingga penggerak koperasi untuk merumuskan arah pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan Ikopin University, perwakilan dinas koperasi se-Bandung Raya, pegiat koperasi, serta utusan Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Dalam pidato kuncinya, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya nilai sabilulungan sebagai fondasi pembangunan koperasi di Indonesia. Sabilulungan tidak hanya dimaknai sebagai gotong royong, tetapi juga kudu diwujudkan dalam seluruh aspek pengembangan koperasi, mulai dari tata kelola, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Penguasaan sumber daya ekonomi menjadi aspek krusial dalam membangun kemandirian bangsa. Barang siapa menguasai sumber-sumber ekonomi maka dia bakal berkuasa. Koperasi kudu mengambil peran sebagai penerapan Pasal 33 UUD 1945," terangnya.
Ace menilai pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) dapat menjadi pembelajaran krusial bagi pengembangan koperasi modern. Selain itu, hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai menjadi momentum kebangkitan koperasi dalam memperkuat perekonomian nasional.
Dari forum seminar tersebut juga muncul usulan agar pengembangan sumber daya manusia KDMP melibatkan perguruan tinggi, termasuk Ikopin University, sehingga bisa memperkuat penerapan ekonomi Pancasila.
KUALITAS PENDIDIKAN ANGGOTA
Sementara itu pendiri Ikopin University, Muslimin Nasution, mengingatkan bahwa kekuatan utama koperasi tidak semata-mata terletak pada besarnya modal, melainkan kualitas pendidikan anggotanya.
Pendidikan bakal melahirkan karakter, mental positif, serta semangat pemberdayaan ekonomi nan menjadi fondasi koperasi sejati. Ia juga mengulas sejarah berdirinya Bulog nan berasal dari Komando Logistik Nasional (Kolognas) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
"Bukan gimana mendapatkan modal sebanyak-banyaknya, tetapi gimana pendidikan tumbuh dan berkembang dalam pemberdayaan ekonomi. Saya berambisi Ikopin University terus menjadi pusat pembentukan kader koperasi melalui konsep "Membangun Koperasi Sejati"," tuturnya.
KOPERASI KELING KUMANG
Rektor Universitas Koperasi Indonesia Agus Pakpahan menilai keberhasilan Koperasi Keling Kumang layak menjadi model pengembangan koperasi di Indonesia. Koperasi tersebut sukses membangun budaya kekeluargaan nan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga bisa tumbuh secara berkelanjutan.
"Saya mendorong mahasiswa Ikopin mempelajari praktik baik Koperasi Keling Kumang sebagai referensi pengembangan koperasi masa depan. Semangat budaya, tradisi dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam membangun koperasi nan maju," ucapnya.
LITERASI KOPERASI
Seminar nasional ini dipandu oleh Guru Besar Universitas Koperasi Indonesia Sugianto sebagai moderator. Meski Dahlan Iskan nan dijadwalkan memberikan refleksi seminar berhalangan hadir, rangkaian obrolan tetap berjalan dengan antusias. Hadir pula Sekretaris Deputi Pengembangan Sumber Daya dan Talenta Kementerian Koperasi, Wisnu Gunadi, nan juga merupakan alumni Ikopin angkatan 1990.
Melalui seminar ini, Ikopin University menegaskan komitmennya memperkuat literasi koperasi sekaligus menyiapkan generasi muda nan bisa menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Penguatan pendidikan, kerjasama dengan pemerintah, serta pengembangan koperasi berbasis nilai kekeluargaan diharapkan menjadi fondasi lahirnya koperasi modern nan adaptif dan berkekuatan saing menuju Indonesia Emas 2045.(E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·