Hadapi El Nino, Bulog Sigli Aceh Siapkan Stok 17.000 Ton Beras

1 jam yang lalu 2
Hadapi El Nino, Bulog Sigli Aceh Siapkan Stok 17.000 Ton Beras Pimpinan Cabang Perum Bulog Sigli, Ahmad Fadly.(Dok. MI)

FENOMENA alam El Nino menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Guna mewaspadai peningkatan suhu dunia dan perubahan cuaca ekstrem tersebut, langkah antisipasi nan jeli dan bijak sangat diperlukan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan.

Menyikapi kondisi tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Sigli, Aceh, telah menyediakan stok beras sebanyak 17.000 ton. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi akibat terburuk dari kejadian El Nino di wilayah kerja mereka. Saat ini, stok beras tersebut tersimpan di dua letak utama, ialah Gudang Bulog Dayah Teungoh, Kabupaten Pidie, sebanyak 8.200 ton dan Gudang Bulog Dayah Timu, Kabupaten Pidie Jaya, sekitar 9.500 ton.

"Stok kita melimpah. Cukup untuk delapan bulan ke depan alias hingga Maret 2027," ujar Pimpinan Cabang Perum Bulog Sigli, Ahmad Fadly, kepada Media Indonesia, Kamis (30/7).

Ahmad Fadly menjelaskan bahwa 17.000 ton beras tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 23 kecamatan di Kabupaten Pidie dan 8 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Penyaluran bakal disesuaikan dengan kebutuhan riil di masing-masing lokasi.

Selain untuk mencukupi kebutuhan dua kabupaten tersebut, kelebihan stok juga dimungkinkan untuk dipasok ke kabupaten lain nan membutuhkan. Terlebih lagi, beberapa kecamatan di Kabupaten Pidie diperkirakan bakal mulai memasuki masa panen pada pekan depan.

"Penyediaan stok ini merupakan antisipasi menghadapi El Nino sekaligus untuk program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," tambah Fadly.

Mekanisme Penyaluran dan Pengawasan Harga

Terkait teknik pelepasan beras ke masyarakat, Bulog bekerja sama dengan 80 mitra usaha, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) serta toko pengecer nan telah memenuhi syarat manajemen dan mempunyai NPWP.

Harga tebus bagi mitra RPK alias pengecer ditetapkan sebesar Rp11.300 per kilogram (kg) alias Rp56.500 per sak ukuran 5 kg. Namun, Bulog memberikan batas ketat dalam penjualannya.

"Mitra Bulog dilarang menjual ke konsumen melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.300 per kg. Selain itu, mitra tidak diperbolehkan menebus lebih dari 4 ton dalam jangka waktu 5 hari untuk mencegah praktik penimbunan alias perihal jelek lainnya," tegas Fadly.

Pihak Bulog juga memastikan bakal memberikan hukuman tegas sesuai patokan dan perjanjian nan bertindak jika ditemukan mitra nan melanggar ketentuan nilai alias bermain curang. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif dalam mengawasi nilai di pasar.

"Konsumen jangan membeli jika kedapatan mitra alias pengecer menjual di atas ketentuan nan telah ditetapkan," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya