Hadapi Gelombang Panas, Seoul Siapkan Koridor Pejalan Kaki Bebas Sengatan Matahari

59 menit yang lalu 1
Hadapi Gelombang Panas, Seoul Siapkan Koridor Pejalan Kaki Bebas Sengatan Matahari Gelombang panas.(AFP)

PEMERINTAH Kota Seoul, ibu kota Korea Selatan pada Rabu (19/8) mengumumkan inisiatif perkotaan baru untuk menetapkan "hak atas keteduhan" sebagai kebijakan dasar kota, demikian laporan harian The Korea Times.

Rencana itu bermaksud menjamin jalur pejalan kaki nan teduh dan berkesinambungan di seluruh area ibu kota, dengan menjadikan akses atas kesejukan sebagai jasa publik nan penting, bukan sekadar kewenangan spesial berasas letak geografis.

Setelah menjalankan program percontohan di 10 wilayah pada tahun depan, pemerintah kota berencana menerapkan inisiatif tersebut di seluruh penjuru kota mulai 2028.

"Gelombang panas bukan lagi sekadar gangguan sementara nan bisa ditanggung penduduk selama beberapa hari. Seiring dengan meningkatnya intensitas dan durasinya, gelombang panas sekarang menjadi musibah rutin nan menakut-nakuti nyawa dan keselamatan warga," kata Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, dalam konvensi pers.

Melalui kerangka kerja itu, pemerintah kota bakal menghubungkan beragam titik teduh, seperti pohon berkanopi lebar, gambaran bangunan, tenda lipat, kanopi, dan taman, menjadi koridor pejalan kaki nan menyambung tanpa putus, menghubungkan area permukiman dengan stasiun kereta bawah tanah, sekolah, pasar, dan rumah sakit.

Inisiatif itu muncul di tengah jumlah korban akibat cuaca panas di seluruh Korea Selatan nan melonjak tajam. Menurut Kementerian Dalam Negeri, hingga Senin (17/8), tercatat 31 orang meninggal bumi akibat penyakit mengenai panas di tingkat nasional tahun ini; nomor itu melampaui total 23 kematian nan tercatat sepanjang tahun lalu.

Selain itu, sebanyak 3.439 orang telah menderita penyakit akibat cuaca panas pada tahun ini.

Sebuah studi pemerintah kota terhadap lebih dari 67.000 trotoar di Seoul mengungkapkan bahwa jalur pejalan kaki terpapar sinar mentari langsung rata-rata selama empat jam 21 menit setiap harinya, dengan paparan sinar mentari langsung lebih dari enam jam terjadi di nyaris 28 persen ruas jalan.

Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan bahwa jalan raya dan trotoar menjadi letak paling umum nan menyebabkan penyakit akibat panas di Seoul, mencakup 31,4 persen dari kasus nan dilaporkan antara 2023 dan 2025. (Ant/P-3)

Selengkapnya