Foto ini diambil pada 5 Mei 2023 dan menunjukkan bulan saat eklips bulan penumbra di Banda Aceh.(CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
SEBUAH fenomena astronomi memukau bakal melintasi langit malam pada 27–28 Agustus 2026. Bulan purnama "Sturgeon Moon" bakal mengalami Gerhana Bulan Sebagian nan sangat dalam, di mana lebih dari 96 persen piringan Bulan masuk ke dalam gambaran utama (umbra) Bumi.
Secara visual, peristiwa ini bakal membikin Bulan tampak memerah menyerupai *Blood Moon*. Fenomena ini tercatat sebagai eklips Bulan paling mengesankan nan dapat disaksikan dari Bumi hingga peristiwa Gerhana Bulan Total pada Malam Tahun Baru 2028 mendatang.
Gerhana Bulan terjadi ketika posisi Bumi berada sejajar di antara Matahari dan Bulan Purnama, sehingga melayangkan gambaran planet kita ke permukaan Bulan. Pada puncaknya nanti, sekitar 96,2 persen permukaan Bulan bakal tertutup gambaran umbra Bumi. Hal tersebut menyisakan sedikit lengkungan perak tipis di bagian tepi piringan Bulan. Meskipun memancarkan warna kemerahan akibat pantulan sinar nan tersaring atmosfer Bumi, kejadian ini tidak tergolong sebagai Gerhana Bulan Total sempurna (true blood moon) lantaran tidak seluruh permukaannya tertutup penuh.
Keseluruhan proses gerhana, mulai dari fase penumbra (bayangan kabur) hingga fase sebagian, diperkirakan berjalan selama 5 jam 38 menit. Menurut info Time and Date, sekitar 12% populasi bumi alias setara 987 juta orang, berkesempatan menyaksikan seluruh fase eklips dari awal hingga akhir. Sementara itu, sekitar 1,3 miliar orang alias 16% masyarakat Bumi dapat memandang fase sebagian secara penuh.
Wilayah Pengamatan dan Waktu Kejadian
Pengamat di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan menjadi penonton paling beruntung dengan perspektif pandang terbaik untuk menyaksikan kejadian ini. Selain benua Amerika, masyarakat di area Eropa dan Afrika juga dapat mengawasi tahapan eklips pada awal hari tanggal 28 Agustus, tepat sebelum Bulan terbenam.
Secara universal, puncak eklips terjadi pada pukul 04.12 GMT tanggal 28 Agustus 2026. Di wilayah Amerika Utara, puncak peristiwa ini bertepatan dengan Kamis malam, 27 Agustus, hingga Jumat awal hari, 28 Agustus, berjuntai pada area waktu setempat. Sebagai contoh, pengamat di area Waktu Timur (EDT) dapat memandang puncak eklips pada pukul 00.12 EDT tanggal 28 Agustus, sedangkan di area Waktu Pasifik (PDT) puncak terjadi pada pukul 21.12 PDT tanggal 27 Agustus.
Peristiwa ini menjadi Gerhana Bulan Sebagian dalam pertama sejak September 2024. Pengamat langit nan berada di wilayah lintasan tidak memerlukan perangkat bantu unik seperti teleskop untuk menikmatinya, karena kejadian ini kondusif dilihat secara langsung dengan mata telanjang. (Space/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·