Harapan Hidup Pasien Kanker Meningkat Berkat Terapi Modern

4 hari yang lalu 16
Harapan Hidup Pasien Kanker Meningkat Berkat Terapi Modern Ilustrasi(Magnific)

HARAPAN hidup pasien kanker terus menunjukkan peningkatan seiring berkembangnya teknologi medis dan metode pengobatan nan semakin presisi. Kondisi ini memberikan kesempatan nan lebih besar bagi pasien untuk menjalani hidup lebih lama setelah didiagnosis menderita kanker.

Pakar Onkologi Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, mengatakan peningkatan nomor kasus kanker tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya nomor kematian. Menurutnya, kemajuan terapi membikin banyak pasien sekarang bisa memperkuat hidup hingga lebih dari 10 tahun setelah diagnosis.

"Jumlah kasus kanker memang meningkat, tetapi angan hidup pasien juga terus bertambah berkah perkembangan terapi dan teknologi medis. Banyak pasien dapat hidup lebih dari 10–15 tahun setelah diagnosis, lantaran adanya pengobatan nan semakin presisi," katanya dikutip dari laman Antara.

Menurut See Hui Ti, perkembangan pengobatan kanker saat ini memungkinkan master memberikan terapi nan lebih tepat sasaran sesuai karakter penyakit pada masing-masing pasien. Pendekatan tersebut membikin pengobatan menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.

Obesitas Tingkatkan Risiko Sejumlah Jenis Kanker

Meski kesempatan hidup pasien semakin baik, See Hui Ti mengingatkan pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. Salah satu aspek nan perlu mendapat perhatian adalah obesitas dan tingginya kadar insulin, nan diketahui berangkaian dengan meningkatnya akibat beragam jenis kanker.

Ia menyebut beberapa kanker nan mempunyai hubungan dengan kondisi tersebut, antara lain kanker payudara, kanker rahim, kanker usus besar (kolon), kanker lambung, kanker prostat, hingga kanker ginjal.

Karena itu, dia mendorong masyarakat untuk menjaga berat badan tetap ideal melalui pola makan bergizi seimbang. Bagi perempuan, langkah tersebut juga berkedudukan dalam membantu menurunkan akibat kanker payudara.

See Hui Ti menjelaskan bahwa wanita nan mengalami obesitas dapat memperoleh faedah kesehatan dengan menurunkan berat badan hingga mencapai kisaran normal. Namun, dia mengingatkan bahwa setiap orang mempunyai sasaran berat badan ideal nan berbeda sehingga tidak perlu memaksakan diri menjadi terlalu kurus.

"Menurunkan berat badan dari obesitas ke berat badan normal dapat membantu memperbaiki kondisi. Namun, orang nan sudah mempunyai berat badan normal tidak perlu menjadi terlalu kurus, lantaran berat badan ideal berbeda pada setiap orang, nan dipengaruhi aspek genetik dan corak tubuh alami," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pengelolaan berat badan perlu disesuaikan dengan usia, terutama sebelum dan sesudah menopause.

"Berat badan nan dianjurkan berbeda sebelum dan sesudah menopause, sehingga pengelolaannya perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing perempuan. Jika Anda di bawah 50 tahun, tidak perlu terlalu kurus, tetapi jika Anda sudah melewati pemisah usia 50 tahun, lebih kurus bakal lebih baik," tuturnya.

Peran Penting Vaksin HPV dan Kesehatan Mental

Selain menjaga berat badan, See Hui Ti menekankan pentingnya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Ia mengimbau para orangtua untuk memanfaatkan program vaksinasi HPV nan telah dianjurkan pemerintah guna melindungi anak-anak mereka dari akibat kanker serviks di masa depan.

Di sisi lain, dia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis pasien kanker. Berdasarkan pengalaman klinisnya, stres nan berjalan dalam waktu lama dapat memengaruhi proses pengobatan dan meningkatkan akibat kanker kembali kambuh.

"Faktor stres nan sering ditemukan berasal dari bentrok rumah tangga, perselingkuhan pasangan, masalah keluarga, gangguan kesehatan mental personil keluarga, hingga tekanan emosional jangka panjang. Oleh lantaran itu, master tidak hanya memberikan terapi medis, tetapi juga banyak membantu pasien mengelola kondisi psikologisnya," tuturnya.

Menurut See Hui Ti, penanganan kanker saat ini tidak hanya berfokus pada pemberian obat alias tindakan medis, tetapi juga menerapkan pendekatan nan lebih menyeluruh. Dukungan psikologis, pengelolaan stres, pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, serta pencegahan melalui vaksinasi menjadi bagian krusial dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperpanjang harapan hidup pasien kanker. (Antara/Z-2)

Selengkapnya