Ilustrasi, pedagang daging ayam di pasar tradisional.(Dok. Antara)
HARGA daging ayam dan telur bergerak naik di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah sementara komoditas bahan pokok pangan nan lain stabil.
“Kenaikan nilai daging ayam mulai hari ini, dari Rp36.000 per kilogram (kg) sekarang Rp40.000 per kg,” kata Slamet, pedagang.
Harga daging ayam naik dipengaruhi, bahwa menjelang HUT ke-81 RI banyak permintaan dari masyarakat konsumen. Selain itu, kenaikan nilai daging ayam juga akibat dimulainya kembali program makan bergizi cuma-cuma (MBG) pascaliburan panjang sekolah.
“Hari ini, daging ayam naik Rp4.000 per kg, dari Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kg,” katanya kepada Media Indonesia, Kamis (13/8).
Menurut Slamet, nilai daging ayam naik juga mengenai program MBG, selain dipicu permintaan masyarakat nan meningkat pada HUT RI.
“Menjelang puncak HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026, nilai daging ayam bisa naik lagi, seiring banyaknya permintaan dari masyarakat,” ujarnya.
Selain daging ayam, harga telur juga naik. Harga komoditas bahan utama pangan ini sekarang mencapai Rp24.000 alias naik Rp1.000 per kg. Salah satu pedagang sembako di Pasar Gedhe Klaten, Sunarti, menyampaikan bahwa kenaikan nilai telur ayam mulai hari ini, Kamis (13/8).
“Hari ini, nilai jual telur Rp24.000 per kg. Saya hanya untung Rp1.000 per kg, tetapi belum dihitung biaya plastik pembungkus,” ujarnya.
Sementara itu, nilai sejumlah bahan pokok kebutuhan sehari-hari selain daging ayam dan telur di pasar ini tidak mengalami kenaikan. Beras medium IR 64, nilai tetap memperkuat Rp14.000 dan SPHP Rp12.500 per kg. Pun, gula pasir tetap Rp17.000 per kg dan minyakita Rp15.700 per liter.
Kemudian, nilai cabe rawit stabil Rp38.000 per kg, bawang merah Rp35.000 per kg, bawang putih Rp36.000 per kg, dan daging sapi Rp140.000 per kg. “Harga bahan pokok, seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng tidak naik,” ungkap Arny Anton, pedagang sembako di Pasar Gedhe Klaten. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·