Harga Gas Industri Bakal Turun US$ 7-14 per MMBTU, Diumumkan Senin!

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana mengumumkan kebijakan penurunan nilai gas industri pada Senin (29/6/2026). Hal tersebut diungkapkan oleh Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dalam konvensi pers secara daring, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.

Said menilai penurunan nilai gas industri menjadi salah satu langkah mitigasi pemerintah bagi perusahaan nan terdampak kenaikan biaya daya akibat bentrok di timur tengah. Adapun, industri granit, keramik, hingga tekstil menjadi sektor nan paling terdampak lantaran lonjakan nilai gas dan BBM.

"Nah untuk perusahaan nan memang PHK itu terjadi lantaran nilai BBM dan gas nya meningkat tajam akibat perang nan semakin panjang maka mitigasi PHK nya kasus di perusahaan-perusahaan granit dan keramik mitigasinya adalah meminta pemerintah pusat menurunkan nilai gas dan bbm non subsidi," ujar Said dalam Konferensi Pers secara virtual, Minggu (28/6/2026).

Said mengatakan, pemerintah telah membahas rencana tersebut dalam rapat dan bakal mengumumkan kebijakan penurunan nilai gas industri pada Senin. Menurutnya, nilai gas industri diperkirakan berada di kisaran US$7 hingga US$14 per MMBTU.

"Kita sudah rapatkan dan hari Senin bakal diumumkan penurunan nilai gas industri. Saya lupa 7 dolar per apanya istilahnya sampai cengkir 14 dolar," kata Said.

Ia memandang kebijakan tersebut bakal mengurangi beban biaya produksi perusahaan sehingga dapat menekan potensi PHK nan selama ini dipicu tingginya nilai energi.

Di sisi lain, Said juga membantah berita nan menyebut sebanyak 55 ribu pekerja bakal terkena PHK. Menurutnya, jumlah pekerja nan terdampak memang mencapai ribuan orang, namun tidak sebesar nomor nan beredar.

"Jadi gak bener juga 55 ribu tenaga kerja bakal ter PHK juga. nan ter-PHK ribuan tapi dengan adanya penurunan nilai gas nan bakal diumumkan pada hari Senin sore bakal menurunkan potensi ancaman PHK tersebut," katanya.

(ven/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya