Harga Telur Jatuh, RI Jajaki Ekspor ke Singapura-Negara Tetangga Lain

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka kesempatan ekspor telur ayam ras Indonesia ke Singapura dan sejumlah negara ASEAN di tengah anjloknya nilai telur di tingkat peternak dalam negeri.


Pemerintah menilai pembukaan pasar ekspor dapat menjadi salah satu solusi untuk menyerap kelebihan pasokan sekaligus mengerek nilai telur nan saat ini berada di bawah nilai referensi pembelian (HAP) di tingkat produsen.


Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra mengatakan, selain menjembatani pengedaran telur dari wilayah surplus ke wilayah nan tetap mengalami nilai tinggi, pemerintah juga mulai mengupayakan ekspansi pasar ke luar negeri.


"Kami juga sudah upayakan mengenai dengan potensi pemasaran melalui ekspor untuk komoditas telur ayam ras ke beberapa negara di ASEAN, ialah Vietnam, Filipina, Thailand, kemudian Malaysia dan Singapura," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (13/7/2026).


Menurutnya, kesempatan ekspor nan paling terbuka saat ini berasal dari Singapura. Namun, pelaku upaya dan peternak tetap kudu memenuhi beragam persyaratan nan ditetapkan negara tujuan.


"Saat ini memang ada potensi untuk komoditas telur ayam ras ini bisa terbuka untuk kita ekspor ke Singapura. Namun tantangannya memang mengenai dengan kesiapan dan juga pemenuhan persyaratan nan ditetapkan oleh negara-negara tujuan," ujarnya.


Karena itu, Kemendag berambisi support dari kementerian dan lembaga mengenai untuk mendampingi peternak agar bisa memenuhi standar ekspor.


"Kami harapkan kelak support dari kementerian lembaga sebagai pembina sektor hulu ini juga perlu dilakukan pendampingan, lantaran kami di-support oleh para Perwada kami," tutur dia.


"Para perwakilan perdagangan (Perwada) kami utamanya di area ASEAN, sudah memberikan info dan ini kita perlu sambut upaya-upaya untuk bisa menyiapkan peternak-peternak di dalam negeri bisa memenuhi ketentuan alias memenuhi persyaratan nan diajukan oleh negara-negara tersebut, dan pada akhirnya bisa membantu membuka akses pasar dan bisa memasarkannya ke negara-negara di ASEAN," lanjut Nawandaru.


Di sisi lain, Kemendag juga terus berupaya menstabilkan nilai telur ayam ras di pasar domestik. Salah satunya dengan mempertemukan sentra produksi telur dengan daerah-daerah nan nilai jualnya tetap berada di atas nilai referensi penjualan (HAP) di tingkat konsumen.


"Saat ini nan kami laksanakan adalah kami mencoba untuk menjembatani dengan beberapa wilayah, khususnya untuk komoditas telur ayam ras. Di mana kami berupaya menjembatani untuk meningkatkan akses pemasaran bagi peternak berdikari di wilayah-wilayah sentra produksi telur ayam ras," katanya.


Ia menjelaskan, pemerintah siap memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah, dinas perdagangan, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan, hingga asosiasi dan koperasi peternak agar pengedaran telur dari wilayah surplus dapat mengalir ke wilayah nan tetap mengalami nilai tinggi.


"Kami coba jembatani dengan wilayah-wilayah nan saat ini tercatat nilai telur tetap di atas nilai acuan. Kami siap berkomunikasi. Pada prinsipnya kami siap menjembatani, tujuannya adalah untuk bisa terjalin kerjasama pasokan dari wilayah-wilayah sentra (produksi), guna membantu peternak berdikari nan saat ini nilai di tingkat produsen sedang mengalami penurunan nan signifikan di bawah nilai referensi di tingkat produsen," ujar Nawandaru.


Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah wilayah bakal terus dilakukan untuk memperluas akses pemasaran telur ayam ras sehingga nilai di tingkat peternak dapat kembali membaik.


Sebagai informasi, berasas Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, nilai telur ayam ras hari ini berada di level Rp25.985 per kg, mengalami penurunan 0,42% dibandingkan nilai di pekan lampau (Senin, 6 Juli 2026) Rp26.094 per kg.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya