Ilustrasi(Dok KAI Divre I Sumut)
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 31.922 anak telah mengikuti aktivitas wisata edukasi (edutrip) menggunakan moda transportasi kereta api sepanjang Semester I (Januari–Juni) 2026. Program ini memanfaatkan hingga 388 perjalanan KA rombongan di wilayah Sumatera Utara.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme anak-anak dalam program edutrip ini menjadi bukti pentingnya mengenalkan transportasi publik sejak dini.
"Selaras dengan peringatan Hari Anak Nasional tahun (HAN) 2026 nan mengusung tema 'Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', aktivitas edutrip menggunakan kereta api ini tidak hanya memberikan pengalaman seru, tetapi juga mengedukasi anak-anak tentang tata langkah menggunakan transportasi umum. Harapannya, perihal ini dapat menumbuhkan keberanian dan kemandirian mereka untuk melakukan perjalanan sendiri di masa depan," kata Anwar dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 nan jatuh pada Kamis (23/7), KAI Divre I Sumatera Utara turut berbagi kebahagiaan dengan menyapa langsung para pengguna cilik nan berada di Stasiun Medan serta penumpang nan tengah melakukan perjalanan dengan KA Sribilah Utama. Dalam kesempatan tersebut, KAI membagikan suvenir dan cokelat cuma-cuma untuk memeriahkan suasana perjalanan anak-anak berbareng keluarga.
"Kami mau menambah keceriaan anak-anak nan naik kereta api bertepatan dengan momen HAN 2026 ini melalui pembagian cokelat dan suvenir. Semoga aktivitas sederhana ini dapat memberikan kehangatan serta kesan manis nan mendalam bagi mereka dalam menggunakan kereta api," tambahnya.
Memanfaatkan momentum HAN 2026, KAI Divre I Sumatera Utara juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai akomodasi tiket infant (bayi). Ketentuan ini bertindak bagi anak-anak berumur di bawah 3 tahun (0–36 bulan).
Tiket tersebut diberikan cuma-cuma dengan syarat anak dipangku dan tidak mengambil bangku tersendiri. Namun, setiap penumpang dewasa hanya berkuasa atas satu tiket infant. Jika membawa lebih dari satu balita, anak kedua dan seterusnya wajib membeli tiket bertarif dewasa agar memperoleh tempat duduk.
KAI Divre I Sumatera Utara menekankan pentingnya mendaftarkan tiket infant meskipun tidak dipungut biaya. Pasalnya, nama anak kudu tercantum dalam manifest perjalanan sebagai syarat absolut agar tercover kewenangan perlindungan asuransi perjalanan penuh selama berada di dalam kereta api.
"Masyarakat dapat memperoleh tiket infant ini dengan sangat mudah, baik sejak pemesanan tiket di aplikasi Access by KAI, maupun secara langsung melalui loket box dan petugas loket nan ada di stasiun," jelas Anwar.
Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas jasa bagi seluruh kalangan keluarga, KAI juga mempermudah orang tua nan membawa kereta sorong bayi (stroller). Pelanggan diperbolehkan membawa stroller ke dalam kabin penumpang secara cuma-cuma tanpa dikenai biaya tambahan bagasi, dengan catatan stroller dalam kondisi terlipat rapi dan diletakkan di area nan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menyajikan jasa transportasi publik nan aman, nyaman, dan ramah anak. Kami percaya bahwa pengalaman perjalanan nan berkesan di masa mini bakal membentuk generasi masa depan nan lebih mencintai dan terbiasa menggunakan transportasi kereta api," pungkasnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·