Jakarta, CNN Indonesia --
Persebaya Surabaya lolos ke final Piala Presiden 2026 usai kalahkan Arema FC 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam WIB.
Pertandingan berjalan dengan tempo lambat dan condong hati-hati di awal pertandingan.
Akan tetapi, Persebaya bisa memberikan ancaman pada menit ketiga melalui tendangan bebas Diogo Campos. Sayang, tembakan gelandang asal Brasil itu tetap melambung tipis di atas mistar gawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singo Edan sempat mencetak gol lewat Johan Alfarizi, tetapi pengadil garis menganulirnya lantaran sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside.
Menjelang akhir babak pertama, pertandingan sempat diwarnai kejadian nan melibatkan gelandang Arema FC Matheus Blade dan penyerang Persebaya, Miguel Pereira.
Semula wasit mengeluarkan kartu merah kepada Blade lantaran dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi dalam duel perebutan bola.
Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR). Blade hanya diganjar kartu kuning.
Kejutan terjadi di masa injury time setelah Yuran Fernandes cetak gol pada menit ke-45+8. Bek asal Portugal itu menyambut tendangan penjuru Francisco Rivera untuk menjebol gawang gawang Adi Satryo.
Gol tersebut menjadi penutup babak pertama nan berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim langsung saling menekan sejak peluit awal dibunyikan, tetapi Arema FC tercatat lebih banyak menciptakan kesempatan berbahaya.
Pertarungan sengit terjadi di babak kedua. Arema apalagi kudu tampil dengan 10 pemain setelah Diego Landis diganjar kartu merah pada menit ke-67.
Duel ketat tetap tersaji hingga menit-menit akhir, namun Persebaya bisa mempertahankan kelebihan hingga laga usai.
Dengan demikian Persebaya bakal berhadapan dengan Persib Bandung di partai final. Sementara Arema FC kudu berjumpa Persija Jakarta dalam perebutan ranking ketiga.
(jun)

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·