Hilirisasi Sukses Tekan Pengangguran di Halmahera Selatan, Sisa 2%

57 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Halmahera Selatan mencatatkan capaian positif dalam penyerapan tenaga kerja. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Maluku Utara Daud Djubedi mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten sukses ditekan hingga kisaran 2% dan menjadikannya nan terendah di Provinsi Maluku Utara. Daud mengatakan tren penurunan pengangguran terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

"Berdasarkan info BPS, TPT kita saat ini ada di nomor 2% dan ini terus mengalami penurunan," ujar Daud dikutip dari keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Daud, salah satu aspek utama nan mendorong tingginya penyerapan tenaga kerja adalah berkembangnya aktivitas industri pertambangan dan hilirisasi nikel, khususnya di Pulau Obi. Ia menyebut sebagian besar angkatan kerja di Halmahera Selatan sekarang telah terserap ke sektor industri tersebut.

"Untuk jumlah riil angkanya saya tidak menghafal detailnya, tetapi secara persentase adalah 2%. Pekerja kita memang banyak nan terserap di industri pertambangan," jelasnya.

Adapun salah satu perusahaan nan beraksi di Pulau Obi adalah pertambangan dan pengolahan nikel, Harita Nickel. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan perusahaan, sekitar 45% dari total tenaga kerja Indonesia perusahaan berasal dari Maluku Utara.

Selain membuka lapangan kerja, Harita Nickel juga menjalankan beragam program pengembangan kompetensi masyarakat. Salah satunya melalui Program PELITA (Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Terintegrasi) nan membekali pemuda Pulau Obi dengan keahlian sesuai kebutuhan industri.

Pekerja Tambang di HalmaheraFoto: Pekerja Tambang di Halmahera

Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah melatih pemuda Pulau Obi dan sekitarnya melalui beragam bagian keahlian, mulai dari operator perangkat berat, operator overhead crane, training Bahasa Mandarin vokasi, hingga teknisi AC. Peserta tidak hanya mendapatkan training teori dan praktik, tetapi juga pengalaman magang di lingkungan kerja serta sertifikasi kompetensi, sehingga mempunyai kesempatan lebih besar untuk terserap ke bumi kerja.

Berdasarkan info BPS, tingkat pengangguran terbuka di Halmahera Selatan konsisten di kisaran 2%. Pada Agustus 2023 mencapai 2,44% lampau sempat menyentuh 2,00% pada 2024, dan menyentuh 2,5% pada 2025. Fluktuasi ini juga dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk.

Daud menargetkan nomor pengangguran terus ditekan hingga mencapai 1,91% pada 2027. Target tersebut bakal ditempuh melalui dua strategi utama, ialah meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal agar lebih mudah masuk ke bumi kerja umum serta mendorong lahirnya wirausaha baru melalui beragam program training dan pemberdayaan masyarakat.

"Melalui dua skema ini, kami optimistis penurunan TPT Halmahera Selatan dapat tercapai secara terukur," kata Daud.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya