Hujan Deras 2 Hari Picu Banjir dan Tanah Longsor Kebun Teh, 5 Tewas

50 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka kembali diterjang cuaca ekstrem. Hujan deras nan mengguyur negara itu selama dua hari terakhir memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama area pegunungan penghasil teh.

Bencana tersebut menewaskan lima orang, melukai tiga lainnya, serta memaksa pemerintah menutup sejumlah sekolah pada Selasa (4/8/2026). Juru Bicara Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka, Pradeep Kodippili, mengatakan lima korban tewas tertimbun longsor nan menghantam dua rumah di wilayah tengah negara itu.

"Selain lima korban meninggal, tiga orang mengalami luka-luka dan dua lainnya tetap dinyatakan hilang," ujar Kodippili, seperti dikutip Channel News Asia (CNA) melansir AP.

Menurut Kodippili, hujan deras juga menyebabkan banjir nan merusak sedikitnya 129 rumah dan memaksa nyaris 2.000 penduduk mengungsi ke letak nan lebih aman. Pemerintah pun mengerahkan personel Angkatan Laut dan Angkatan Darat untuk mengevakuasi penduduk nan tetap terjebak banjir serta membantu proses penyelamatan.

Rekaman nan ditayangkan stasiun televisi lokal Hiru TV memperlihatkan abdi negara berbareng penduduk mengevakuasi penunggu rumah nan terkepung banjir dan menghadapi ancaman aliran lumpur. Siaran tersebut juga menunjukkan sejumlah ruas jalan utama di wilayah tengah tertutup batu besar, material longsor, dan tiang listrik nan tumbang sehingga menghalang arus lampau lintas.

Pusat Manajemen Bencana menyebut curah hujan tinggi telah membanjiri rumah, lahan pertanian, dan jalan raya di beragam daerah. Wilayah pegunungan di bagian tengah Sri Lanka menjadi area nan mengalami akibat paling parah akibat cuaca ekstrem tersebut.

Bencana kali ini terjadi ketika Sri Lanka tetap berupaya memulihkan kerusakan akibat Siklon Ditwa nan melanda pada November tahun lalu. Siklon tersebut menewaskan nyaris 640 orang, berakibat pada sekitar dua juta penduduk, serta menimbulkan kerugian sekitar US$4,1 miliar alias setara Rp73,8 triliun.

Provinsi Tengah menjadi wilayah nan paling terdampak oleh siklon tersebut. Hingga sekarang pemerintah tetap berjuang membangun kembali jalan raya, jalur kereta api, dan permukiman nan rusak, sementara ancaman banjir dan tanah longsor kembali memperberat proses pemulihan.

Tanah longsor dan banjir merupakan musibah nan nyaris setiap tahun menghantam Sri Lanka saat musim hujan monsun. Curah hujan nan tinggi kerap memicu longsor di area perbukitan serta banjir di dataran rendah, memaksa ribuan penduduk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya