Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II melakukan pengukuran jumlah penguapan air dalam 24 jam dengan menggunakan panci penguapan di Kantor BMKG Regional II Banten, Ciputat,(Antara)
HUJAN tetap minim mengguyur Kota Batam, Kepulauan Riau. Kondisi cuaca nan condong cerah berawan hingga berawan membikin sebagian wilayah Batam belum mendapatkan curah hujan nan merata.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menyebut kondisi atmosfer menjadi salah satu aspek nan memengaruhi terbatasnya pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam menjelaskan kelembapan udara lapisan atas nan relatif rendah membikin kandungan uap air di atmosfer belum cukup mendukung pembentukan awan hujan secara luas.
Selain itu, hembusan angin nan cukup kuat di sekitar wilayah Kepulauan Riau turut memengaruhi pengedaran uap air. Kondisi ini membikin proses pertumbuhan awan konvektif tidak berjalan secara optimal.
“Relatif rendahnya kelembapan udara lapisan atas serta hembusan angin nan cukup kuat di sekitar wilayah Kepri tetap membatasi pasokan uap air untuk mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif,” kata prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Selasa (25/8).
Untuk Batam, BMKG memprakirakan cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membikin cuaca terasa cukup panas, terutama ketika tutupan awan berkurang pada pagi hingga siang hari. Meski demikian, potensi hujan tetap ada meski sifatnya lokal dan tidak merata.
BMKG mengingatkan kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu. Pertumbuhan awan hujan dapat terjadi andaikan terdapat peningkatan kelembapan dan pasokan uap air nan cukup di suatu wilayah.
Sementara itu, kondisi di sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau relatif bervariasi. Karimun tetap berpotensi mengalami hujan ringan, sedangkan Tanjungpinang dan Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Adapun wilayah Natuna dan Anambas condong lebih banyak mengalami kondisi berawan. Suhu udara tertinggi di wilayah Kepri diprakirakan mencapai 34 derajat Celsius di Natuna.
Kondisi minim hujan juga perlu menjadi perhatian lantaran periode tanpa hujan nan berjalan cukup panjang dapat meningkatkan kekeringan permukaan tanah dan membikin vegetasi lebih mudah terbakar.
Meski demikian, BMKG tidak menyebut Batam sepenuhnya terbebas dari potensi hujan. Hujan lokal tetap dapat terbentuk andaikan kondisi atmosfer mendukung, terutama ketika terjadi peningkatan kelembapan dan pembentukan awan konvektif.
Masyarakat diminta tetap memantau info prakiraan cuaca BMKG, khususnya bagi mereka nan beraktivitas di luar ruangan. Perubahan cuaca nan sigap tetap perlu diantisipasi, termasuk kemungkinan hujan lokal disertai angin kencang.
Bagi masyarakat nan beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan Batam, kondisi angin juga perlu diperhatikan. BMKG memprakirakan angin di perairan Batam bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 7-11 knot dan hembusan maksimum mencapai sekitar 20 knot.
Tinggi gelombang di perairan Batam tetap berada pada kategori rendah, ialah sekitar 0,7-0,9 meter. Namun, pengguna jasa transportasi laut tetap diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Dengan kondisi atmosfer nan tetap relatif kering, hujan di Batam diperkirakan belum terjadi secara merata. Masyarakat pun diminta tidak hanya mengandalkan kondisi langit sebagai indikator, tetapi mengikuti pembaruan prakiraan cuaca resmi untuk mengetahui potensi hujan maupun perubahan kondisi atmosfer. (HK/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·