Jakarta, CNN Indonesia --
International Football Association Board (IFAB) menyatakan Breel Embolo seharusnya tak mendapat kartu merah dalam laga Argentina versus Swiss.
IFAB menyatakan ada kesalahan penggunaan video assistant referee (VAR) dalam pertandingan Swiss versus Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026, 11 Juli lalu.
Embolo mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-74. Karena tampil dengan 10 pemain, akhirnya Swiss kalah 1-3 pada babak tambahan waktu dua kali 15 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam edaran IFAB disebutkan bahwa kartu kuning, bukan kartu kuning kedua, hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain nan melakukan pelanggaran.
Klarifikasi IFAB ini memberikan pencerahan baru mengenai beberapa keputusan wasit selama Piala Dunia 2026. VAR diberikan kewenangan nan lebih luas selama kompetisi.
Seandainya patokan ini diterapkan dengan benar, kartu merah Embolo di perempat final Piala Dunia 2026 tidak bakal terjadi. Pertandingan pun bisa berhujung dengan hasil berbeda.
Awalnya, Leandro Paredes diberi kartu kuning lantaran pelanggaran terhadap pemain Swiss. VAR lantas dipakai untuk mengidentifikasi kesalahan wasit. Protokol ini nan dinilai IFAB tidak sesuai.
Dampaknya, Embolo menerima kartu kuning kedua, nan mengakibatkan pengusirannya pada menit ke-74, sedangkan kartu kuning kepada Paredes otomatis dibatalkan.
"Kesalahan nan dilakukan oleh VAR dan wasit dalam situasi ini adalah mereka semestinya tidak membatalkan hukuman awal, lantaran tidak ada kesalahan mengenai identitas pemain."
"Dalam kasus ini, wasit semestinya mengubah argumen penggunaan VAR, nan tidak dilakukan, sehingga terjadi penyalahgunaan support video," tulis media Prancis Lequipe soal info IFAB.
(abs/rhr)
Add
as a preferred source on Google

18 jam yang lalu
7







English (US) ·
Indonesian (ID) ·