Peresmian instansi operasional Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga (TEKAD PBRT) di Waena, Kota Jayapura, Rabu (29/7/2026).(MI/HO)
LEMBAGA internasional di bawah naungan PBB, International Fund for Agricultural Development (IFAD), berbareng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kitong Bisa Foundation, secara resmi memulai operasional program pemberdayaan masyarakat di Provinsi Papua.
Langkah strategis ini ditandai dengan peresmian instansi operasional Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga (TEKAD PBRT) di Waena, Kota Jayapura, Rabu (29/7/2026).
Kantor operasional ini bakal berfaedah sebagai pusat koordinasi utama untuk seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga penguatan kapabilitas masyarakat di kampung-kampung sasaran.
Program TEKAD PBRT dirancang unik untuk menekan nomor kemiskinan dan memperkokoh ketahanan ekonomi family melalui pendekatan pemberdayaan berbasis rumah tangga.
Fokus dan Jangkauan Program
Pemilihan Papua sebagai letak program didasari oleh tantangan nyata mengenai keterbatasan akses ekonomi dan kesenjangan pembangunan di wilayah pedalaman serta kepulauan. Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Program TEKAD nan sebelumnya telah diimplementasikan di Papua Barat pada periode 2024–2025.
Berikut adalah rincian sasaran cakupan Program TEKAD PBRT di Provinsi Papua:
| Wilayah Kabupaten | Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen |
| Cakupan Wilayah | 19 Distrik dan 79 Kampung |
| Target Sasaran | > 1.700 Rumah Tangga (Mayoritas Orang Asli Papua) |
| Materi Pemberdayaan | Literasi keuangan, perencanaan ekonomi, kewirausahaan, dan support permodalan |
Kolaborasi dan Peran Fasilitator Lokal
Ketua Tim Kerja Peningkatan Kapasitas Program TEKAD Kemendes PDT, Gilar Cahya Nirmaya, menegaskan bahwa instansi di Waena bakal menjadi penggerak utama dalam memastikan faedah program sampai ke tangan masyarakat.
"Dari tempat ini, seluruh proses pemantauan dan pertimbangan dikoordinasikan agar memberikan akibat nyata bagi masyarakat kampung," ujarnya.
Senada dengan perihal tersebut, Direktur Utama Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, menyatakan bahwa instansi ini juga diproyeksikan sebagai ruang kerjasama bagi generasi muda Papua. Kitong Bisa Foundation sendiri dipilih sebagai mitra pelaksana lokal lantaran rekam jejaknya nan kuat dalam program pemberdayaan di Bumi Cendrawasih.
Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pelibatan putra-putri original Papua sebagai fasilitator. Mereka bekerja mendampingi family peserta dalam memetakan aset produktif, menyusun prioritas kebutuhan, hingga merencanakan pendidikan anak. Penggunaan penyedia lokal dinilai efektif lantaran pemahaman mendalam mereka terhadap bahasa, budaya, dan karakter sosial setempat.
Tantangan Geografis dan Harapan Jangka Panjang
Adviser Kitong Bisa Foundation, Rachel Mambrasar, menjelaskan bahwa para penyedia telah dibekali keahlian untuk menyampaikan konsep ekonomi secara kontekstual. Setelah pelatihan, mereka bakal diterjunkan ke 79 kampung, termasuk wilayah kepulauan nan hanya bisa dijangkau melalui jalur laut.
Program TEKAD PBRT diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan sesaat, tetapi menciptakan perubahan perilaku jangka panjang dalam pengelolaan finansial keluarga. Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan organisasi lokal, program ini optimis dapat mempercepat pembangunan ekonomi nan inklusif di perkampungan Papua.
Catatan Program: Keberadaan instansi operasional di Waena menjadi simbol kerjasama berkepanjangan untuk memperkuat ekonomi family dan melahirkan kemandirian ekonomi di tingkat kampung.
(Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·