ilustrasi(Antara)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (19/8/2026) dibuka melemah. Pergerakan indeks hari ini diprediksi bakal condong mendatar alias sideways seiring dengan sikap pelaku pasar nan menunggu (wait and see) hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
IHSG dibuka terkoreksi 41,65 poin alias 0,65 persen ke posisi 6.408,18. Berbanding terbalik, golongan 45 saham unggulan alias Indeks LQ45 justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,15 poin alias 0,02% ke posisi 631,18.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan IHSG bakal bergerak dalam rentang konsolidasi pada hari ini. "IHSG diperkirakan bakal bergerak sideways di kisaran 6.400-6.500 pada perdagangan Rabu," jelas Ratna dalam kajiannya di Jakarta.
Menanti Keputusan BI-Rate
Fokus utama penanammodal domestik tertuju pada pengumuman hasil RDG BI nan dijadwalkan pada Rabu siang. Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia bakal mempertahankan suku kembang acuan alias BI-Rate di level 5,75%. Langkah ini dinilai sejalan dengan laju inflasi domestik nan tetap terkendali dalam rentang sasaran sasaran.
Selain BI-Rate, deposit facility rate diperkirakan tetap di level 4,75 persen dan lending facility pada 6,5 persen. Di sisi lain, terdapat optimisme pada sektor perbankan dengan proyeksi pertumbuhan angsuran nan meningkat menjadi 13% (yoy) pada Juli 2026, naik dari posisi Juni 2026 nan sebesar 12,67 persen (yoy).
Sentimen Global dan Tekanan Yield Obligasi
Dari pasar global, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di beragam negara menjadi sentimen negatif bagi pasar saham, khususnya sektor teknologi. Yield obligasi AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade, diikuti oleh obligasi Jepang tenor 10 tahun nan mencapai titik tertinggi dalam tiga dekade.
Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran penanammodal terhadap nilai minyak mentah nan tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, nan berpotensi memicu kembali inflasi global. Sektor teknologi menjadi nan paling terdampak lantaran sensitivitasnya terhadap suku bunga, ditambah beban utang dari publikasi obligasi besar untuk pembangunan prasarana kepintaran buatan (AI).
| IHSG | 6.408,18 | -0,65% |
| Indeks LQ45 | 631,18 | +0,02% |
| Proyeksi BI-Rate | 5,75% | Tetap (Konsensus) |
Investor disarankan untuk tetap mencermati penjelasan Bank Indonesia mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya guna mengantisipasi volatilitas pasar di sesi kedua perdagangan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·