Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT

18 jam yang lalu 1
Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT Ikan oarfish nan ditemukan di Lombok.(Dok. Antara)

KEMUNCULAN ikan oarfish, nan sering dijuluki sebagai "ikan kiamat", di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (25/8), memicu perhatian publik. Fenomena langka ini diduga kuat berangkaian dengan perubahan iklim dan perubahan suhu nan terjadi di perairan Samudera Hindia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, menyatakan bahwa terdamparnya ikan laut dalam ini merupakan peristiwa nan sangat jarang terjadi di wilayah tersebut. Ia menjelaskan adanya kaitan erat antara kemunculan jenis ini dengan kondisi lingkungan laut saat ini.

"Ikan ini hidupnya di laut dalam. Kemunculannya mungkin bisa terjadi lantaran ada perubahan suhu di perairan Samudera Hindia," ujar Muslim di Mataram, Rabu (26/8).

Kaitan dengan Aktivitas Seismik di NTT

Selain aspek perubahan suasana dan cuaca, Muslim menyebut bahwa perubahan suhu air laut nan ekstrem bisa dipicu oleh aktivitas tektonik alias gempa bumi. Ia menggarisbawahi adanya keterkaitan geografis antara wilayah selatan NTB dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) nan baru-baru ini diguncang gempa.

"Perubahan suhu kan bisa terjadi lantaran ada gempa juga. Nah kebetulan kemarin baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan adalah Samudera Hindia semuanya, satu lempeng dengan NTT juga," terangnya.

Berdasarkan posisi lempeng tersebut, muncul dugaan bahwa ikan oarfish tersebut naik ke permukaan dan terdampar sebagai akibat dari getaran alias perubahan kondisi pascagempa di NTT. Namun, Muslim menegaskan bahwa perihal ini tetap berkarakter dugaan awal.

"Bisa saja diasumsikan kemunculan ikan itu lantaran ada indikasi mengenai gempa NTT kemarin, namun untuk membuktikan perlu ada kajian ilmiah dan penelitian lebih lanjut," tegasnya.

Menanggapi Mitos "Ikan Kiamat"

Terkait label "ikan kiamat" nan melekat pada oarfish dan mitos nan menyebut kemunculannya sebagai pertanda musibah besar, Muslim meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah nan memvalidasi mitos tersebut.

"Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Kita doakan mudah-mudahan tidak terjadi (musibah)," pungkas Muslim.

Catatan Redaksi: Ikan oarfish (Regalecus glesne) adalah ikan bertulang sejati terpanjang di bumi nan biasanya hidup di kedalaman 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Selengkapnya