IKPI Perluas Literasi Pajak Generasi Muda Lewat Kompetisi Nasional

59 menit yang lalu 3
IKPI Perluas Literasi Pajak Generasi Muda Lewat Kompetisi Nasional Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld.(Dok IKPI)

IKATAN Konsultan Pajak Indonesia memperluas edukasi dan literasi perpajakan di kalangan generasi muda melalui beragam aktivitas kompetitif dan akademik. Upaya tersebut diwujudkan lewat Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional untuk jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi serta aktivitas Call for Paper.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, pemahaman mengenai perpajakan perlu diperkenalkan sejak bangku pendidikan. Menurut dia, para pelajar dan mahasiswa saat ini merupakan calon wajib pajak sekaligus calon pemimpin nan bakal berkedudukan dalam pembangunan Indonesia.

“Kami memandang mereka ini ke depan adalah para wajib pajak. Mereka juga bakal menjadi pemimpin-pemimpin nasional, sehingga sudah sepatutnya kita memberi ruang untuk memahami perpajakan sejak dini,” kata Vaudy dikutip dalam keterangannya, Senin (24/8).

Ia menjelaskan, sekolah dan perguruan tinggi mempunyai posisi strategis dalam membentuk kualitas generasi penerus. Sementara itu, IKPI berupaya menyediakan ruang pembelajaran nan dapat membantu peserta memperluas wawasan, menguji kemampuan, sekaligus memahami persoalan perpajakan secara lebih dekat.

Selain meningkatkan literasi pajak, IKPI juga mendorong pengenalan pekerjaan konsultan pajak kepada generasi muda. Menurut Vaudy, pekerjaan tersebut mempunyai peran dalam sistem perpajakan sekaligus menawarkan kesempatan pengembangan karier.

“Konsultan pajak bukan hanya sebuah profesi. Kami memandang pekerjaan ini juga membuka lapangan pekerjaan, sehingga perlu semakin banyak generasi muda nan tertarik mendalaminya,” ujarnya.

Tiga Program Perkuat Literasi Pajak

Rangkaian aktivitas tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-61 IKPI. Salah satu program nan mendapat perhatian adalah LCC Nasional Perguruan Tinggi 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 505 tim nan berasal dari sekitar 117 perguruan tinggi negeri dan swasta di beragam wilayah Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi, lima tim sukses mencapai babak final, ialah Universitas Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Internasional Batam, Politeknik Negeri Balikpapan, dan Universitas Brawijaya.

Untuk kategori SMA/SMK, kejuaraan diikuti 190 tim dari 107 sekolah. Tiga peserta nan sukses lolos ke Grand Final adalah SMKN 1 Surabaya, SMAN 23 Kabupaten Tangerang, dan SMK Kristen Immanuel Pontianak.

Di luar kejuaraan pandai cermat, IKPI juga memperkenalkan Call for Paper untuk pertama kalinya. Program tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda dan kalangan akademik dalam menyampaikan pendapat serta pemikiran baru mengenai perpajakan.

“Call for Paper menghasilkan ide-ide kritis nan bisa menjadi masukan bagi kami sebagai asosiasi maupun bagi pengembangan kebijakan perpajakan ke depan,” kata Vaudy.

Tak Sekadar Menguji Hafalan

Vaudy menegaskan, LCC Nasional IKPI tidak dirancang hanya untuk menguji keahlian peserta dalam mengingat patokan perpajakan. Kompetisi tersebut juga mengukur keahlian memahami regulasi, menganalisis persoalan, menyelesaikan studi kasus, hingga membangun kerja sama dalam tim.

Keragaman wilayah asal peserta nan sukses menembus babak final juga dinilai menunjukkan perkembangan positif dalam pemerataan pemahaman perpajakan.

“Kami tidak memandang lagi pembagian Jawa alias luar Jawa. Finalisnya sangat bervariasi. Artinya, pemerataan pengetahuan perpajakan semakin positif,” ujarnya.

IKPI berambisi LCC Nasional dan Call for Paper dapat dikembangkan menjadi agenda rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempertemukan organisasi pekerjaan dengan sekolah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem literasi perpajakan nan lebih luas.

“Yang kami bangun adalah ruang belajar dan kejuaraan agar semakin banyak generasi muda mengenal perpajakan, berpikir kritis terhadap regulasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” ujarnya. (E-4)

Selengkapnya