Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah armada pesawat militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara mengejutkan berkumpul di wilayah udara Polandia pada awal pekan ini. Mereka menggelar operasi latihan militer campuran nan sebelumnya tidak diumumkan, tepat di dekat perbatasan wilayah eksklaf Rusia nan strategis, Kaliningrad.
Mengutip Forces News, Senin (24/08/2026), aktivitas pergerakan udara secara masif ini pada awalnya terdeteksi oleh akun-akun intelijen sumber terbuka (OSINT) di platform media sosial X. Pihak tersebut sukses menyoroti adanya konsentrasi pengerahan pesawat militer dengan memanfaatkan info pencarian penerbangan.
Menyusul terungkapnya manuver tersebut, latihan mendadak ini kemudian dikonfirmasi secara resmi oleh ahli bicara Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). "Integrasi udara multihari nan dimulai pada 18 Agustus ini mencontohkan interoperabilitas, kesiapan, dan pencegahan," tegasnya.
Pihak USAF membeberkan bahwa armada pesawat nan berperan-serta dalam operasi latihan tersebut meliputi armada canggih AS, ialah pesawat peperangan elektronik EA-37B Compass Call dan pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 Stratotanker. Ada pula jet tempur siluman F-35 Lightning II, F-15E Strike Eagle, dan F-16 Fighting Falcon.
Pesawat EA-37B Compass Call nan menggunakan tanda panggilan penerbangan Shock55 menjadi sorotan khusus. Armada ini merupakan pesawat perang elektronik AS nan dirancang absolut untuk mengganggu komunikasi komando dan kontrol serta sistem navigasi musuh.
Pesawat ini mempunyai keahlian mematikan untuk mengacaukan radar dan sistem elektronik. Jet juga bisa melumpuhkan keahlian musuh dalam mengoordinasikan sensor dan pertahanan udaranya.
Terkait pengerahan pesawat canggih tersebut, pihak USAF memberikan konfirmasinya. "EA-37B telah beraksi dan berlatih di teater Eropa sebelumnya," paparnya.
Sementara itu, ahli bicara Markas Besar Tertinggi Kekuatan Sekutu Eropa (SHAPE) NATO turut memberikan rincian lebih lanjut nan menunjukkan skala campuran dari latihan militer ini.
"Melibatkan pesawat tempur AS dan Norwegia, pasukan darat Polandia, Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) E-3A milik NATO, dan banyak lagi," ungkapnya.
Sebagai info latar belakang, manuver pesawat NATO ini beraksi sangat dekat dengan wilayah eksklaf Rusia di Kaliningrad, di mana Moskow menempatkan armada perangkat pengacau sinyal drone (jammer) berskala besar.
Wilayah Kaliningrad nan diapit oleh negara-negara NATO ini juga sebelumnya telah dinamai sebagai salah satu letak vital di mana Rusia bisa saja meluncurkan serangan pasukan daratnya secara langsung ke wilayah aliansi jika perang pecah.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·