Rekonstruksi gambar Haolong dongi.(IFL Science)
PARA intelektual menemukan jenis dinosaurus baru berjulukan Haolong dongi nan hidup sekitar 125 juta tahun lampau pada periode Kapur Awal (Early Cretaceous). Penemuan ini menjadi spesial lantaran tidak hanya menghasilkan fosil tulang, tetapi juga kulit nan terawetkan dengan sangat baik sehingga mengungkap keberadaan duri-duri di tubuh dinosaurus tersebut.
Temuan nan dilaporkan peneliti dan dilansir dari IFL Science ini memberikan gambaran baru mengenai langkah dinosaurus herbivora melindungi diri dari predator. Selama ini, sistem pertahanan nan paling dikenal berasal dari dinosaurus seperti ankylosaurus nan mempunyai lapisan pelindung menyerupai baju zirah alias stegosaurus dengan lempeng tajam di punggungnya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan perkembangan rupanya juga menghasilkan corak pertahanan lain nan belum pernah diketahui sebelumnya.
Fosil Haolong dongi ditemukan di area Lamagou, Provinsi Liaoning, Tiongkok, tepatnya di Formasi Yixian nan berumur sekitar 125 juta tahun. Awalnya, tulang dan gigi dinosaurus tersebut tampak tidak jauh berbeda dengan personil golongan Iguanodontia lainnya. Akan tetapi, kondisi lingkungan saat hewan itu meninggal membikin kulitnya ikut membatu dan memperkuat hingga sekarang.
Kulit nan terawetkan ini menjadi temuan langka. Sebelumnya, bukti kulit dinosaurus dari golongan Iguanodontia umumnya hanya berupa jejak sisik berukuran kecil. Sebagian besar fosil kulit nan pernah ditemukan berasal dari hadrosaurid nan hidup jauh lebih muda pada akhir periode Kapur.
Tim peneliti nan dipimpin Jiandong Huang dari Museum Geologi Anhui kemudian menetapkan jenis baru tersebut sebagai Haolong dongi. Nama Haolong berfaedah "naga berduri" dalam bahasa Mandarin, sedangkan nama dongi diberikan untuk menghormati paleontolog ternama asal Tiongkok, Dong Zhiming, nan meninggal bumi pada 2024.
Dinosaurus Muda Dengan Tubuh Penuh Duri
Fosil nan ditemukan mempunyai panjang sekitar 2,45 meter dari ujung moncong hingga ekor. Namun, para peneliti memastikan perseorangan tersebut tetap berumur muda lantaran ruas-ruas tulang belakangnya belum menyatu sepenuhnya, menandakan proses pertumbuhan tetap berlangsung.
Para intelektual belum dapat memastikan ukuran maksimal Haolong dongi ketika dewasa. Meski demikian, mereka memperkirakan kerabat dekatnya dapat tumbuh hingga sekitar 3 meter apalagi mencapai 5,5 meter, sementara beberapa personil Iguanodontia di Eropa diketahui mempunyai ukuran tubuh nan lebih besar.
Analisis terhadap kulit fosil menunjukkan adanya dua jenis sisik nan menyerupai reptil modern. Salah satu pola sisik ditemukan saling bertumpuk di bagian ekor, sedangkan sisik pada bagian tubuh lainnya tidak saling tumpang tindih seperti dinosaurus pada umumnya.
Menariknya, keberadaan duri-duri berliang berbentuk nyaris silindris nan tumbuh di antara sisik tersebut. Struktur ini berbeda dengan proto-bulu nan dimiliki sebagian dinosaurus non-burung maupun duri bersisik pada sejumlah kadal modern. Para peneliti menilai duri tersebut kemungkinan berkembang melalui jalur perkembangan nan berbeda.
Ukuran duri juga bervariasi. Sebagian besar hanya mempunyai panjang sekitar 2 hingga 3 milimeter, tetapi beberapa di antaranya jauh lebih besar. Duri terpanjang nan sukses ditemukan mencapai 44,2 milimeter dengan lebar pangkal sekitar 7,8 milimeter. Meski berbeda ukuran, seluruh duri mempunyai corak dasar nan serupa.
Diduga Menjadi Senjata Bertahan Hidup
Menurut para peneliti, kegunaan utama duri pada Haolong dongi kemungkinan sebagai perangkat pertahanan diri dari predator. Pada masa itu, dinosaurus pemakan tumbuhan kudu menghadapi beragam ancaman sehingga mempunyai perlindungan tambahan dapat meningkatkan kesempatan untuk memperkuat hidup.
Sebagian besar predator nan hidup berdampingan dengan Haolong dongi diperkirakan berukuran relatif kecil. Duri-duri tersebut mungkin tidak bisa sepenuhnya menghentikan serangan gigi maupun ceker predator, tetapi cukup efektif membikin proses menyerang dan memangsa menjadi lebih susah dan menyantap waktu lebih lama.
Selain sebagai perangkat pertahanan, para peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan kegunaan lain. Duri tersebut diduga membantu mempertahankan suhu tubuh di lingkungan nan dingin, berkedudukan sebagai perangkat sensor untuk mendeteksi getaran di sekitar, alias apalagi digunakan untuk mengintimidasi pesaing maupun menarik perhatian calon pasangan. (IFL Science/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·