Ilustrasi(Dok PSSI)
LANGKAH Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 resmi terhenti di fase grup. Kepastian itu didapat setelah Skuad Garuda bermain seri 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8). Hasil tersebut membikin Indonesia finis di ranking ketiga klasemen akhir Grup A dengan mengoleksi tujuh poin, sehingga kandas melaju ke babak semifinal.
Sejak awal laga, Indonesia tampil menekan dan langsung menakut-nakuti pada menit kedua melalui tindakan Mitchell Baker, meski sontekannya tetap dapat diblok bek Singapura, Nur Muhammad Shah.
Skuad Garuda sejatinya lebih dominan menguasai jalannya pertandingan, namun sejumlah upaya nan dibangun Thom Haye belum bisa membongkar pertahanan rapat tuan rumah.
Peluang kembali datang pada menit ke-20 ketika Baker berupaya menerobos lini belakang lawan, tetapi penyerang berumur 19 tahun itu kehilangan bola setelah kalah berduel.
Singapura berbalik menakut-nakuti pada menit ke-24 lewat Song Uiyong, nan beruntung bisa digagalkan kiper Cahya Supriadi. Empat menit berselang, Baker kembali menakut-nakuti lewat sundulan nan ditepis Mohamad Izwan. Cahya juga kembali melakukan pengamanan krusial pada menit ke-30 dengan menggagalkan kesempatan Ilhan Fandi.
Skor tanpa gol memperkuat hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-47. Ragnar Oratmangoen mencetak gol setelah menyambar umpan silang Dony Tri Pamungkas nan diawali umpan Thom Haye.
Garuda nyaris menggandakan kelebihan pada menit ke-57 melalui sepakan Thom Haye dari luar kotak penalti, tetapi belum berbuah gol. Pertandingan sempat diwarnai kontroversi ketika Song Uiyong menerima kartu merah akibat kartu kuning kedua setelah terlibat adu bentuk dengan Ivar Jenner. Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR).
Singapura akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui Ilhan Fandi nan memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Cahya Supriadi. Skor 1-1 memperkuat hingga laga usai. Pada pertandingan lain di Grup A, Vietnam mengalahkan Kamboja 3-1 untuk memuncaki klasemen dengan 10 poin.
Singapura lolos ke semifinal sebagai runner-up dengan delapan poin, sedangkan Kamboja menempati posisi keempat dengan tiga poin dan Timor Leste berada di dasar klasemen tanpa poin. Gagalnya Indonesia melangkah lebih jauh kembali memperpanjang penantian meraih gelar di turnamen nan kerap dijuluki warganet sebagai "Piala Ciki" tersebut.
Sebelum turnamen bergulir, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia, Sumardji, menegaskan PSSI tidak menganggap remeh Piala AFF dan menolak dugaan tersebut.
"Saya tidak sependapat jika AFF ini dianggap turnamen ecek-ecek alias jika warganet menyebutnya Piala Ciki. Saya tidak sependapat. Karena sampai dengan saat ini sejak kita merdeka sampai sekarang, timnas kita belum bisa mendapatkan trofi juara," kata Sumardji kepada pewarta di area Jakarta Selatan pada Jumat (3/7) silam.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi PSSI untuk menjadikan arena ini sebagai momentum meraih gelar pertama.
"Dengan adanya dugaan seperti itu, kami di PSSI justru tertantang agar momentum 2026 ini bisa dimanfaatkan untuk meraih juara," ujarnya.
Sumardji menilai Piala AFF merupakan arena bergengsi di area Asia Tenggara sehingga Indonesia kudu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukir sejarah.
"Kami menganggap AFF adalah arena nan sangat bergengsi di Asia Tenggara. Momentumnya tepat, kenapa tidak kita manfaatkan untuk membuktikan bahwa kita bisa meraih gelar? Ini bagian dari mengukir sejarah," katanya. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·