Impor Pertanian RI Sampai Rp300 T, Amran Gandeng UGM Garap Proyek Ini

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyiapkan pengembangan kedelai lokal seluas 2.000 hektare berbareng Universitas Gadjah Mada (UGM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, sekaligus menguji bibit lokal nan diklaim mempunyai kualitas lebih baik dibandingkan kedelai impor.

Adapun program tersebut merupakan bagian dari kerja sama senilai sekitar Rp40 miliar antara Kementerian Pertanian dan UGM, nan mencakup lima hingga enam komoditas strategis, mulai dari kedelai, bawang putih, kakao, pupuk, hingga peternakan.

Amran mengatakan, Indonesia tetap mempunyai ruang besar untuk menekan impor komoditas pertanian. Saat ini, menurutnya, impor sektor pertanian telah turun signifikan, namun nilainya tetap mencapai lebih dari Rp300 triliun.

"Yang menarik adalah, impor kita sudah turun Rp41 triliun, tetapi tetap ada Rp300 triliun lebih (nilai komoditas impor)," ujar Amran saat ditemui di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, hasil riset UGM tidak berakhir pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan langsung masuk tahap penerapan di lapangan.

"Total kerja sama hari ini ada kurang lebih 6 komoditas, itu Rp40 miliar (total anggarannya). Kami harapkan ada sapi perah, sapinya namanya Sapi GAMA, Gagah dan Macho. Ini kita langsung tindaklanjuti, bukan MoU tapi langsung kita beli karya-karya putra terbaik bangsa nan ada di UGM. Kemudian kita kawal berbareng uji sampai 2.000 hektare untuk kedelai, begitu juga bawang putih kita langsung kawal bersama. Ini sangat baik, kerjasama ini sangat baik," katanya.

Menurut Amran, bibit kedelai hasil pengembangan UGM mempunyai kelebihan lantaran merupakan non-GMO (bukan hasil rekayasa genetika), dengan ukuran biji nan lebih besar dibandingkan kedelai impor.

"Ini kualitasnya lebih bagus lantaran non-GMO. Apalagi kedelai lokal butirannya lebih besar daripada impor. Ini sangat bagus. Jadi kami langsung tadi minta UGM rencananya kemampuannya 1.000 tapi, saya memohon jika bisa 2.000 hektar dan biayanya dari Kementerian Pertanian," jelas dia.

Pengembangan tahap awal bakal dilakukan di Jawa Tengah, berbarengan dengan proyek bawang putih dan kakao.

"Rencana di Jawa Tengah kita mulai. Karena bawang putih juga di Jawa Tengah, kedelai juga Jawa Tengah, kemudian kakao juga di sana," kata Amran.

Awalnya, UGM mengusulkan pengembangan seluas 1.000 hektare. Namun, Amran meminta luas lahan ditingkatkan menjadi 2.000 hektare dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Saat ditanya potensi pengurangan impor kedelai, Amran menegaskan pemerintah bakal memandang terlebih dulu hasil uji coba di lahan 2.000 hektare. Jika berhasil, luas tanam bakal terus diperbesar.

"Nah kita lihat dulu 2.000 hektare. Kalau ini sukses kita tingkatkan, jika perlu sampai 100.000 hektare," ucapnya.

Ia memperkirakan panen perdana kedelai dari program tersebut dapat dilakukan pada akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan akhir tahun," tutur dia.

Lebih lanjut, Amran menyebut pemerintah tengah mengejar swasembada tiga komoditas pangan strategis nan tetap berjuntai pada impor, ialah kedelai, bawang putih, dan satu komoditas lainnya. Saat ini, menurutnya, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan dari sebelas komoditas pangan strategis.

"Jadi, kan sekarang dari 11 komoditas pangan strategis sudah swasembada 8 tinggal 3. Ya doakan, janganlah kita ini gimana padi, jagung sustain, kemudian kedelai dan bawang putih kita rintis dari sekarang,"pungkas dia.

Pertemuan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Dok. Kementan)Pertemuan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Dok. Kementan) Foto: Pertemuan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Dok. Kementan)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya