Terancam PHK, Said Iqbal Terima Keluhan Pekerja Rokok Putih Soal Cukai

18 jam yang lalu 6
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengaku menerima beragam keluhan dari pelaku industri rokok putih alias rokok tanpa merk mengenai tingginya tarif cukai. Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi memengaruhi keberlangsungan upaya dan lapangan kerja.

Said mengatakan, dalam obrolan dengan para pelaku usaha, mereka mengaku tidak menolak bayar cukai. Namun, mereka menilai besaran tarif cukai saat ini terlalu tinggi.

"Saya obrolan dengan mereka rokok terlarangan siap bayar cukai tapi nan mereka persoalkan cukainya mahal, padahal rokok terlarangan ini diminati," kata Said dalam Konferensi Pers secara virtual, Minggu (28/6/2026).

Oleh karena itu, dia berencana mengusulkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa agar pemerintah mengevaluasi besaran cukai untuk segmen tersebut.

Said membeberkan bahwa industri rokok putih saat ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja, mulai dari pekerja pabrik hingga petani tembakau. Petani tembakau apalagi lebih memilih menjual hasil panennya kepada produsen rokok putih lantaran nilai pembelian nan dinilai lebih tinggi dibandingkan perusahaan rokok besar.

"Karena beli di nilai lebih mahal jika menjualnya petani tembakau ke perusahaan korporasi nan besar itu seperti PT J, PT GG itu kan besar itu harganya lebih rendah maka kualitas tembakau di rokok putih ini lebih bagus," katanya.

Ia mengakui persoalan tarif cukai merupakan rumor nan tidak sederhana. Di satu sisi, pemerintah berkepentingan mengenakan cukai tinggi untuk pengendalian konsumsi rokok. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga berakibat terhadap keberlangsungan industri.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya