ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat pembentukan Indonesia Financial Centre (IFC) alias Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) nan bakal berlokasi di Bali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan payung norma berupa undang-undang sebagai dasar operasional area tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan izin PFII sedang dibahas berbareng DPR RI dan diharapkan dapat segera rampung.
"Kita sedang berbincang dengan parlemen harapannya tidak terlalu lama lah kita telaah undang-undang ini," katanya kepada CNBC Indonesia dalam Economic Update 2026, dikutip Selasa (30/6/2026).
Adapun IFC tersebut bakal ditempatkan di Bali nan juga nantinya bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru nan berdiri sendiri dan tidak menyatu dengan KEK nan sudah ada, ialah KEK Kura-Kura Bali dan KEK Sanur.
"Jadi tentu dari segi letak dari pemerintah memandang dan sesuai pengarahan Bapak Presiden, Bali dijadikan wilayah untuk special economic zone daripada financial center tersebut," ujar Airlangga.
"Tidak dua-duanya tetapi ada sebuah letak baru untuk financial center."
Sebelumnya, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa PFII ini dirancang dengan izin kompetitif nan menawarkan insentif pajak nan sangat menarik, dengan potensi hingga 0%, mirip dengan pusat finansial dunia seperti Dubai alias Singapura.
Bahkan, Airlangga memperkirakan dengan adanya PFII, maka nilai investasi nan masuk ke Indonesia dapat naik lebih tinggi.
"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi mengenai dengan financial center mereka naiknya acapkali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/6/2026).
Hingga kuartal I-2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.
Sedangkan di KEK Sanur, secara kumulatif hingga kuartal I-2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan visitor sebanyak 279.804 orang.
(ras/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·