Industri Asuransi Perkuat Kemitraan demi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

2 jam yang lalu 3
Industri Asuransi Perkuat Kemitraan demi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso (tengah)(MI)

PT Asuransi Ciputra Indonesia alias Ciputra Life memperkuat strategi pertumbuhan upaya dengan memperluas kerja sama dengan mitra lama, menambah mitra baru, serta melakukan diversifikasi portofolio. Strategi tersebut ditempuh perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri asuransi.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan perusahaan saat ini telah mempunyai kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, termasuk lebih dari 30 bank. Sebagian besar kerja sama tersebut dilakukan dengan perbankan nan menyediakan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Hampir seluruh bank terutama nan menyediakan KPR sudah bekerja sama dengan kita. Selanjutnya, kita juga terus menambah jumlah mitra bisnis, meningkatkan partner-partner baru. Ketiga, tentunya kita kudu melakukan diversifikasi portfolio kita,” ujar Hengky dalam konvensi pers di Ciputra World 2 Jakarta, Jumat (21/8).

Menurut Hengky, penguatan kemitraan menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas cakupan bisnis. Di sisi lain, diversifikasi portofolio dilakukan agar pertumbuhan perusahaan tidak hanya berjuntai pada satu segmen usaha.

Strategi tersebut sejalan dengan keahlian positif Ciputra Life sepanjang 2025 dan bersambung hingga Semester I 2026. Pada 2025, perusahaan membukukan untung bersih Rp99,3 miliar, meningkat 95% dibandingkan Rp51 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan finansial 2025 nan telah diaudit dan disusun berasas PSAK 117, untung komprehensif Ciputra Life tercatat Rp122,3 miliar alias tumbuh 126% dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi aset, total aset perusahaan pada akhir 2025 mencapai Rp1,3 triliun. Sementara total investasi tercatat Rp1,1 triliun dan total ekuitas meningkat 64% menjadi Rp312,3 miliar. Secara tahunan, aset dan investasi masing-masing tumbuh 29% dan 30%.

Kondisi permodalan perusahaan juga tetap terjaga. Tingkat Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 mencapai 315%, jauh di atas pemisah minimum nan dipersyaratkan regulator.

Hengky mengatakan capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, profitabilitas, kecukupan modal, dan pengelolaan risiko.

“Kami bakal terus menjaga kualitas pertumbuhan upaya dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan akibat secara prudent,” kata Hengky.

Memasuki 2026, Ciputra Life tetap mencatatkan pertumbuhan meski kondisi ekonomi dan geopolitik dunia menghadapi beragam tantangan. Premi perusahaan pada Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar, naik 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode nan sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan premi tersebut terutama ditopang oleh upaya Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan mitra bisnis, baik nan sudah melangkah maupun mitra baru.

Bisnis AJK tetap menjadi salah satu kontributor utama Ciputra Life. Portofolionya mencakup perlindungan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis, pembayaran klaim dan faedah kepada pengguna juga mengalami kenaikan. Pada Semester I 2026, Ciputra Life mencatat pembayaran klaim dan faedah sebesar Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada periode nan sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kepatuhan terhadap standar akuntansi, Ciputra Life telah menerapkan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi nan bertindak sejak 1 Januari 2025. Laporan finansial 2025 telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dipublikasikan sesuai ketentuan nan berlaku.

Sementara itu, Ciputra Life mulai beraksi dari instansi pusat baru di Ciputra World 2 Jakarta sejak 1 Juli 2026. Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan perpindahan instansi tersebut menjadi bagian dari support perusahaan dan pemegang saham terhadap pengembangan bisnis.

“Ini merupakan bukti nyata dan komitmen juga pemegang saham dan komitmen Ciputra Life untuk mendukung perkembangan bisnis. Selain itu juga untuk meningkatkan kerjasama dan meningkatkan produktivitas tentunya semuanya untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” tandas Listianawati. (E-3)

Selengkapnya