Industri Pet Fashion Berkembang, Kompetisi Desain Jadi Wadah Lahirkan Talenta Baru

1 jam yang lalu 2
Industri Pet Fashion Berkembang, Kompetisi Desain Jadi Wadah Lahirkan Talenta Baru Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENINGKATNYA tren pet humanization di Indonesia tidak hanya mengubah langkah masyarakat memperlakukan hewan piaraan sebagai bagian dari keluarga, tetapi juga membuka kesempatan baru bagi industri kreatif. Salah satu sektor nan mulai berkembang pesat adalah pet fashion, seiring meningkatnya permintaan terhadap busana dan aksesori nan mengutamakan style dan kenyamanan hewan peliharaan.

Melihat potensi tersebut, brand pet fashion asal Thailand, Clawset, menggandeng ESMOD Jakarta menghadirkan Pawfect Style Match, kompetisi kreasi pet fashion pertama di Indonesia. Program ini tidak hanya jadi arena mencari karya terbaik, tetapi juga bermaksud menjembatani bumi pendidikan dengan kebutuhan industri nan tengah berkembang.

Country Manager PT Fashionwise Venue Indonesia Greta Christina mengatakan industri pet fashion mempunyai ruang pertumbuhan nan besar dan memerlukan lebih banyak talenta kreatif.

"Kami percaya pet fashion layak mendapatkan tingkat kreativitas, kualitas craftsmanship, dan perhatian terhadap perincian nan sama seperti fesyen untuk manusia. Melalui kerjasama berbareng ESMOD, kami mau menginspirasi lebih banyak desainer muda untuk memandang besarnya potensi industri pet di Indonesia," ujar Greta, Senin (27/7/2026).

Berbeda dari kejuaraan kreasi pada umumnya, Pawfect Style Match diawali dengan rangkaian workshop nan membahas tren pet fashion global, karakter busana untuk hewan peliharaan, dan kesempatan upaya di industri pet lifestyle.

Setelah itu, mahasiswa ESMOD mengirimkan karya kreasi orisinal nan kemudian diseleksi menjadi 11 finalis. Para finalis mendapatkan pendampingan sebelum mempresentasikan konsep mereka di hadapan majelis juri.

Penilaian tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga kenyamanan, keamanan, fungsi, kualitas pengerjaan, hingga potensi kreasi untuk diproduksi secara komersial.

Untuk menjaga objektivitas, majelis juri berasal dari beragam latar belakang, mulai dari praktisi industri fesyen, akademisi, dan master hewan. Salah satunya adalah Clafita Witoko, master hewan nan juga dikenal sebagai finalis Indonesia's Next Top Model.

Kompetisi mencapai puncaknya melalui pergelaran fashion show nan menampilkan karya para finalis di atas runway berbareng hewan piaraan sebagai model.

Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta Guillaume Oger menilai merancang busana untuk hewan piaraan menghadirkan tantangan tersendiri bagi para mahasiswa desain.

"Merancang busana untuk hewan piaraan menuntut pemahaman mengenai anatomi, pergerakan, kenyamanan, dan keamanan material. Tantangan ini membuka kesempatan baru bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi bagian kreasi nan terus berkembang," katanya.

Ia menegaskan kerjasama ini sekaligus mencerminkan semakin matangnya ekosistem industri pet lifestyle di Indonesia. Tidak hanya didorong oleh meningkatnya kebutuhan konsumen atas produk berbobot untuk hewan peliharaan, sektor ini juga mulai membangun fondasi sumber daya manusia nan bisa menghadirkan penemuan dan menciptakan kesempatan upaya baru di industri pet fashion. (H-2)
 

Selengkapnya