Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro mengungkap bahwa perekonomian nasional bakal menghadapi tantangan besar pada akhir 2026, salah satunya mengenai inflasi. Menurut dia bakal ada kenaikan nilai pada sisa waktu tahun ini jika musim panas berjalan dengan panjang.
Hal tersebut dikhawatirkan bakal mempengaruhi daya beli masyarakat. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kalau berasas info nan kami quotes dari BMKG, artinya ada kemungkinan nilai pangan bisa melonjak tinggi. Misalnya, tadi kita sudah banyak telaah mengenai dengan gimana daya beli masyarakat bisa dijaga dengan menjaga agar cost of living-nya tidak naik. Jadi ke depan nan perlu diantisipasi ini kekhawatirannya udah mulai masuk musim tandus panjang. Bulan September, Oktober terjadi El Nino ya misalnya. ini bakal meningkatkan nilai pangan," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Dia menjelaskan, setiap kuartal, ekonomi mempunyai tantangannya sendiri-sendiri. Namun pada kuartal 3 tak ada momentum hari besar seperti di kuartal sebelumnya nan bisa menopang keahlian ekonomi.
"Kalau kuartal 2 kemarin lantaran akibat geopolitiknya lagi besar-besarnya, kuartal 3 berubah. Jadi aspek dari kenaikan nilai pangan Itu tadi nan kita perlu antisipasi," ujar Asmoro.
Sementara itu pada kuartal 4 kata dia perekonomian nasional diharapkan mampu bangkit. Sebab pada kuartal tersebut terdapat momentum natal dan tahun baru.
"Nanti jika kita lanjutkan ke kuartal 1, momentumnya bersambung lantaran bulan puasa dan lebarannya itu juga di kuartal 1," ujar Asmoro.
Meski demikian dia berambisi pertumbuhan ekonomi pada kuartal 3 bakal sama dengan kuartal 2.
"Mestinya pertumbuhan di kuartal 3 bakal relatif sama dengan kuartal 2 kemarin, dan kuartal 4 bakal relatif lebih tinggi, mestinya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa ditutup secara rata-rata di atas 5,3%," pungkas dia.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·