ilustrasi(Magnific)
KETERGANTUNGAN pada smartphone alias gawai pandai sekarang telah menjadi masalah universal nan dialami jutaan orang di seluruh dunia. Keinginan untuk terus memeriksa layar HP secara berulang tidak hanya menyita waktu produktif, tetapi juga berpotensi memicu stres dan mengganggu kualitas tidur. Kendati demikian, riset ilmiah terbaru menunjukkan beberapa trik sederhana pada pengaturan gawai dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan jelek tersebut secara signifikan.
Sebuah studi nan menguji beragam intervensi perilaku, menemukan perubahan mini pada antarmuka dan batas penggunaan smartphone bisa mengubah langkah otak merespons dorongan untuk membuka aplikasi secara impulsif.
Salah satu metode nan terbukti sangat efektif adalah mengubah tampilan layar HP menjadi skala abu-abu (grayscale). Warna-warna cerah pada ikon aplikasi dan notifikasi dirancang secara unik oleh developer aplikasi untuk merangsang hormon dopamin di otak. Dengan menghilangkan warna-warni visual tersebut dan membuatnya menjadi hitam-putih, daya tarik visual gawai berkurang drastis sehingga kemauan untuk terus memegang HP turut menurun.
Selain mengubah tampilan menjadi hitam-putih, mengaktifkan fitur pembatas waktu penggunaan (screen time limit) dan menonaktifkan notifikasi non-esensial juga memberikan akibat nan besar. Notifikasi nan bersuara alias menyala secara berkala merupakan pemicu utama gangguan konsentrasi. Menghentikan pemberitahuan nan tidak krusial terbukti memberi ruang bagi pengguna untuk memegang kendali penuh atas kapan mereka mau memeriksa gawai.
Metode efektif lainnya nan disarankan oleh para peneliti adalah menciptakan "jarak fisik" antara pengguna dan gawai mereka. Menempatkan HP di ruangan lain saat tidur alias saat bekerja menciptakan halangan mini nan menghentikan tindakan refleks meraih HP tanpa sadar.
"Perubahan mini dalam lingkungan digital Anda dapat memberikan akibat nan sangat besar pada perilaku harian," ungkap tim peneliti nan terlibat dalam studi tersebut. Mereka menekankan bahwa tujuannya bukan untuk berakhir menggunakan teknologi sepenuhnya, melainkan membangun hubungan nan lebih sehat dan berkesadaran (mindful) dengan perangkat digital.
Langkah-langkah sederhana ini tidak memerlukan aplikasi tambahan nan rumit alias biaya sama sekali. Dengan mengombinasikan pengaturan tampilan grayscale, pembatasan notifikasi, dan menciptakan jarak fisik, pengguna gawai dapat secara berjenjang merebut kembali kendali atas waktu dan konsentrasi mereka dari cengkeraman smartphone. (Earth/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·