ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya belum mendapatkan info lebih lanjut mengenai dengan penundaan rencana pemberian insentif unik untuk kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) selama 1 bulan nan sebelumnya bakal mulai bertindak bulan depan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif kendaraan listrik tetap dikaji dan kemungkinan implementasinya bakal diundur pada Agustus mendatang.
Purbaya menuturkan Menko Airlangga belum menyampaikan perihal mundurnya penerapan kebijakan ini.
"Mungkin persiapannya belum cukup. Dia (Menko) belum bicara sama saya, saya ingat saya sih waktu itu ditunda satu bulan. Mungkin perlu satu bulan lagi," katanya di DPR RI, selepas rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar), Senin (29/6/2026).
Purbaya pun menegaskan dirinya bakal berkomunikasi dengan Menko Airlangga perihal mundurnya penerapan kebijakan ini.
Minggu lampau (23/6/2026), Airlangga menuturkan pemerintah melakukan penerapan subsidi kendaraan listrik hingga Agustus 2026. Sebelumnya, pemerintah telah menjanjikan kebijakan subsidi motor listrik sebesar Rp5 juta dan potongan nilai PPN mobil listrik.
Purbaya sebelumnya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan subsidi kendaraan listrik nan bakal dimulai pada Juni nanti. Menurutnya, ada 200.000 unit kendaraan listrik, masing-masing 100 ribu unit motor dan mobil, nan bakal menerima subsidi alias potongan nilai PPN.
Dia membocorkan subsidi nan diberikan untuk motor listrik sebesar Rp 5 juta. Sementara itu, besaran subsidi untuk mobil listrik belim diungkap Purbaya.
"Kira-kira untuk mobil listrik bakal kita kasih berapa? 100.000 subsidi pertama. Kalau lenyap kita kasih lagi. Motor listrik juga sama. 100 ribu pertama kita bakal kasih. Berapa? Rp 5 juta," kata Purbaya, bulan lampau (7/5/2026).
Purbaya menjelaskan skema penyalurannya tetap dalam tahap finalisasi. Skema kebijakan ini nantinya diumumkan lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian dan Kemenko Perekonomian.
"Nanti skemanya pak menteri perindustrian bakal menjelaskan seperti apa, kelak juga menteri perekonomian menjelaskan seperti apa," tutur Purbaya.
Namun, dia memastikan kuota bakal diberikan kepada 100.000 mobil listrik dan 100.000 motor listrik. Jika kuota tersebut habis, maka Purbaya bakal menambah kuota lagi mengingat kapabilitas produksi EV di dalam negeri 300 ribu unit untuk mobil dan jutaan untuk motor.
"Yang sudah didiskusikan, tetap mentah ya, 100.000 mobil dan 100.000 motor. Nanti jika kurang (ditambah) 100.000 lagi dam 100.000 lagi," ucap Purbaya.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·