Investasi Emas Berbasis Digital Perluas Akses Masyarakat

13 jam yang lalu 4
Investasi Emas Berbasis Digital Perluas Akses Masyarakat Ilustrasi(Dok IPOT)

INVESTASI emas berbasis digital dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap instrumen logam mulia di tengah nilai emas nan semakin tinggi. Melalui instrumen pasar keuangan, masyarakat mempunyai pengganti untuk berinvestasi secara berjenjang tanpa kudu menunggu mempunyai biaya nan cukup untuk membeli emas bentuk dalam ukuran tertentu.

Dalam konteks tersebut, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bekerja-sama dengan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan Power Fund Series (PFS) melalui platform IPOT Fund. Salah satu produknya adalah Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), ETF emas nan tercatat di Bursa Efek Indonesia. 

Produk tersebut memungkinkan penanammodal memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen pasar modal tanpa kudu membeli emas bentuk secara langsung dalam jumlah besar.

"Siapa pun sekarang bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0,1 miligram alias satu unit penyertaan," kata Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM), Noviono Darmosusilo dalam keterangan resmi.

Menurutnya, kode pengaruh XGLD dipilih lantaran mempunyai asosiasi dengan kata gold alias emas dan mengikuti penamaan exchange-traded fund (ETF) emas nan dikenal di pasar global. Penamaan tersebut diharapkan dapat memudahkan penanammodal dalam mengenali produk tersebut.

Sebagai Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia, XGLD menggunakan sistem nan merujuk pada prinsip syariah. Pengelolaan biaya menggunakan janji Wakalah bil al-Ujrah, sementara transaksi emas bentuk menggunakan Bai' al-Muthlaq. Produk tersebut juga berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah dan merujuk pada Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.

Selain itu, terdapat lima karakter Investasi PFS XGLD. Pertama, portofolio XGLD berbasis aset emas murni dengan komposisi kas maksimal 5%. Karena transaksi dilakukan melalui instrumen pasar modal, penanammodal tidak perlu menyimpan emas secara bentuk alias mengurus kebutuhan penyimpanan dan proses buyback secara langsung.

Meski diperdagangkan secara digital mengikuti nilai di bursa, XGLD tetap mempunyai underlying berupa emas fisik. Portofolionya terhubung dengan emas murni nan mempunyai sertifikasi internasional LBMA (London Bullion Market Association) alias SNI.

Kedua,  XGLD dapat ditransaksikan melalui PFS di IPOT Fund dengan nilai mulai dari 0,1 miligram alias satu unit penyertaan. Mekanisme tersebut memungkinkan penanammodal membeli eksposur emas secara berjenjang tanpa kudu menunggu biaya terkumpul untuk membeli emas bentuk dalam ukuran satu gram alias lebih.

Ketiga, perdagangan XGLD dilakukan selama jam perdagangan bursa sehingga penanammodal dapat memantau transaksi dan perubahan nilai portofolionya melalui sistem perdagangan. Instrumen ini memberikan eksposur terhadap emas dengan underlying nan jelas dan proses settlement T+1.

Keempat, secara ketentuan perpajakan, XGLD merupakan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) ETF. Keuntungan berupa capital gain maupun dividen dari reksa biaya tersebut dikategorikan sebagai bukan objek Pajak Penghasilan (PPh).

Dalam pelaporan pajak tahunan, kepemilikan unit penyertaan XGLD dicatat pada bagian Daftar Harta, sementara untung dicantumkan pada bagian Penghasilan Non-Objek Pajak dalam SPT Tahunan.

Kelima, XGLD dikelola dalam ekosistem Indo Premier nan telah terlibat dalam pengembangan industri ETF di Indonesia sejak 2007. PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bertindak sebagai manajer investasi, sedangkan PT Indo Premier Sekuritas menjadi dealer partisipan dalam perdagangan XGLD. IPOT berkedudukan sebagai platform digital nan menyediakan akses bagi penanammodal ritel. (E-4)

Selengkapnya