Rempang Ceria Sampena Hari Kemerdekaan Republik Indonesia(Dok.Humas)
PERTUMBUHAN ekonomi dan investasi Batam pada akhirnya kudu bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, di tengah percepatan pembangunan area dan penguatan daya saing ekonomi, BP Batam juga memberikan perhatian pada pembangunan manusia melalui Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.
Berdiri di atas lahan 18,5 hektare HPL BP Batam, sekolah nan merupakan bagian dari program strategis nasional ini diproyeksikan menjadi area pendidikan terintegrasi nan memberikan akses pendidikan berbobot bagi anak-anak dari family prasejahtera. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus membuka kesempatan nan lebih luas bagi anak-anak Rempang-Galang untuk meraih masa depan nan lebih baik.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut merupakan corak komitmen pemerintah dalam memastikan anak-anak dari family prasejahtera memperoleh pendidikan nan layak, akomodasi nan memadai serta bekal keahlian untuk menghadapi tantangan bumi kerja.
“Pemerintah mau agar anak-anak dari family prasejahtera juga mendapat pendidikan nan layak. Sehingga, mereka mendapat bekal nan mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di bumi kerja,” ujar Li Claudia.
Tidak hanya mengedepankan pendidikan akademik, Sekolah Terintegrasi Merah Putih juga diarahkan untuk membangun karakter, keahlian adaptif, penemuan dan pendidikan vokasi nan berorientasi pada penguasaan skill serta keahlian praktis. Pendekatan tersebut menjadi krusial seiring berkembangnya Batam sebagai area industri, investasi, teknologi dan ekonomi digital.

Li Claudia Wakil Kepala BP Batam/ Dok.Humas
Dengan demikian, pembangunan sekolah mempunyai hubungan erat dengan agenda besar pengembangan ekonomi Batam. Investasi nan masuk memerlukan sumber daya manusia nan kompeten; sementara pembangunan sumber daya manusia memerlukan akses pendidikan nan berkualitas.
REMPANG CERIA, MENUMBUHKAN MIMPI ANAK-ANAK REMPANG
Semangat tersebut terasa dalam aktivitas 'Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih' pada 2 Agustus 2026. Ratusan anak Rempang-Galang mengikuti beragam aktivitas dan perlombaan dalam suasana penuh keceriaan, sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan rangkaian Hari Anak Nasional 2026.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad berbareng Li Claudia Chandra datang dan berinteraksi langsung dengan anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan optimisme bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Rempang-Galang dalam mengejar cita-cita.
Amsakar menegaskan bahwa sekolah tersebut bukan sekadar pembangunan akomodasi fisik, melainkan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul nan kelak bisa menjaga dan melanjutkan pembangunan Batam.
“Sekolah Terintegrasi Merah Putih bakal menjadi wadah untuk mencetak generasi berprestasi khususnya bagi anak-anak kita di Rempang-Galang,” terang Li Claudia.
Bagi BP Batam, keceriaan anak-anak dalam Rempang Ceria menjadi gambaran sederhana dari tujuan pembangunan nan lebih besar: menghadirkan kesempatan, menumbuhkan angan dan memastikan generasi penerus mempunyai ruang untuk berkembang.
Pembangunan bentuk sekolah saat ini dipersiapkan melalui pemenuhan beragam persyaratan manajemen dan teknis, termasuk PKKPR, AMDAL dan PBG, serta pekerjaan awal berupa pemagaran area dan pengendalian potensi banjir.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pembangunan bentuk bakal dilaksanakan secara berjenjang dengan sasaran penyelesaian pada 2028.
“Pembangunan bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam,” pungkas Li Claudia Chandra.
INFRASTRUKTUR DIKEBUT, PERKUAT KONEKTIVITAS DAN DAYA SAING
Pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi Batam terus diiringi percepatan pembangunan infrastruktur. Sepanjang 2026, BP Batam mengebut 106 pekerjaan prasarana nan mencakup pembangunan dan peningkatan jalan, sektor perhubungan, gedung dan akomodasi pendukung, drainase, serta pemeliharaan jalan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas kawasan, memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung kebutuhan bumi usaha.
Salah satu pekerjaan strategis nan terus dikebut adalah peremajaan Underpass Pelita. Infrastruktur ini menjadi salah satu titik krusial mobilitas masyarakat di area perkotaan Batam. Peremajaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus mendukung penataan area Pelita agar semakin tertib, bersih dan modern.
Selain pembangunan jalan dan perhubungan, BP Batam juga memperkuat prasarana drainase dan pemeliharaan jalan sebagai bagian dari pembangunan area nan berkelanjutan. Infrastruktur nan baik tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar pergerakan peralatan dari area industri menuju pusat distribusi, pelabuhan dan beragam simpul ekonomi.
Sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur, BP Batam juga terus memperkuat ketahanan air sebagai salah satu fondasi utama keberlanjutan Batam. Bersama PT ABH, pemantauan kondisi dan level air baku dilakukan secara real-time, disertai optimasi interkoneksi antarwaduk untuk menjaga pengedaran air.
BP Batam juga memperkuat perlindungan Daerah Tangkapan Air (DTA) melalui reboisasi dan pelestarian area resapan, sekaligus menyiapkan pengganti sumber air jangka panjang, termasuk pengembangan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Upaya tersebut dilengkapi dengan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijak agar kesiapan air dapat terus terjaga bagi kebutuhan rumah tangga, industri dan pembangunan Batam.
Bagi BP Batam, pembangunan prasarana merupakan fondasi krusial bagi daya saing kawasan. Investasi memerlukan konektivitas, industri memerlukan kelancaran logistik, dan masyarakat memerlukan prasarana publik nan kondusif serta nyaman. Karena itu, percepatan 106 pekerjaan sepanjang 2026 menjadi bagian dari komitmen BP Batam membangun Batam nan semakin terkoneksi, produktif dan berkekuatan saing menuju Indonesia Emas 2045. (H-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·