Jakarta, CNBC Indonesia - Kontak senjata mematikan meletus di dekat desa perbatasan Sianav, Kabupaten Marivan, setelah pangkalan militer Iran diserang secara tiba-tiba pada Minggu (02/08/2026) sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Insiden berdarah ini menewaskan satu tentara Angkatan Darat Iran dan melukai satu personel lainnya secara fatal.
Berdasarkan laporan Hengaw Organization for Human Rights, prajurit nan tewas dalam baku tembak tersebut teridentifikasi sebagai Abolfazl Goudarzi. Abolfazl kehilangan nyawanya di tempat, sementara rekannya nan terluka parah langsung dievakuasi ke pusat medis di Marivan untuk mendapatkan penanganan medis.
Pernyataan resmi dari Brigade Marivan ke-328 Angkatan Darat Iran membenarkan adanya kejadian penyerangan tersebut.
"Pangkalan perbatasan telah menjadi sasaran serangan amunisi berkeliaran (loitering munitions) dan tembakan RPG," ungkap Brigade Marivan ke-328 dalam keterangan nan didapatkan Hengaw, Minggu (2/8/2026).
Meski belum ada golongan nan secara resmi menyatakan bertanggung jawab, sumber internal Hengaw mengonfirmasi bahwa para pejuang nan terlibat dalam serangan tersebut merupakan personil Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK). Pihak PJAK dilaporkan mundur tanpa mengalami korban jiwa sama sekali dalam bentrok bersenjata itu.
Serangan mematikan di wilayah perbatasan Iran ini terjadi di tengah memuncaknya kerentanan keamanan di Wilayah Otonomi Kurdistan, Irak Utara. Kawasan tersebut sekarang menghadapi ancaman baru menyusul langkah Amerika Serikat (AS) nan menarik sistem pertahanan udara Patriot dari pangkalan militernya.
Penarikan peralatan tempur ini memicu kekhawatiran besar mengingat Kurdistan Irak telah dihantam oleh sekitar 1.000 rudal dan drone sejak dimulainya perang AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Rentetan gempuran tersebut telah menelan puluhan korban jiwa serta memaksa sejumlah perusahaan daya besar menangguhkan operasional mereka secara total.
Laporan wartawan Amberin Zaman di Al-Monitor menyebut bahwa proses penarikan pasukan AS telah dimulai sejak pekan lalu, di mana sebagian besar personel tempur dan peralatan berat telah ditarik keluar. Seluruh baterai rudal anti-udara Patriot juga telah direlokasi ke titik nan dirahasiakan, meskipun beberapa sistem pertahanan sekunder dilaporkan tetap disiagakan di lokasi.
Pemerintah Iran diprediksi dapat menafsirkan reposisi pertahanan AS ini sebagai celah kesempatan untuk melancarkan lebih banyak serangan mematikan terhadap Wilayah Kurdistan. Wilayah tersebut selama ini dipandang sebagai titik aman, namun rentan lantaran menjadi pedoman pelarian bagi banyak golongan oposisi Kurdi-Iran, sehingga secara konsisten terus menjadi sasaran gempuran rezim Teheran dalam enam bulan terakhir.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·